Selasa, 18 Oktober 2016

Tugas 1 Ekonomi teknik



1.                        Ruang Lingkup Ekonomi Teknik
Ekonomi Teknik (Engineering Economics) mencakup prinsip-prinsip dan berbagai teknis matematis untuk pengambilan keputusan ekonomis. Dengan teknik-teknik ini, suatu pendekatan yang rasional untuk mengevaluasi aspek-aspek ekonomis dari alternatif-alternatif yang berbeda dapat dikembangkan. Secara kasar dapat disebutkan bahwa penggunaan terbesar ekonomi teknik adalah evaluasi beberapa alternatif untuk menetukan suatu aktivitas atau investasi paling sedikit memberikan kerugian (Least Costly) atau yang memberikan keuntungan paling banyak (Most Profitable).
Studi ekonomi teknik membantu dalam mengambil keputusan optimal untuk menjamin penggunaan dana (uang) dengan efisien. Studi ekonomi teknik harus diadakan sebelum setiap uang akan diinvestasikan/dibelanjakan atau sebelum komitmen-komitemen diadakan. Studi ekonomi teknik dimulai dari sekarang (now). Kesimpulan-kesimpulannya bergantung pada prediksi kejadian-kejadian (event) yang akan datang.
Studi-studi ekonomi teknik membutuhkan waktu untuk perhitungan-perhitungan yang cermat. Meskipun studi-studi sistematis ini bukan suatu instrumen kecermatan/keseksamaan (precission), melibatkan banyak faktor, perlu berdasarkan estimasi biaya-biaya dan pendapatan-pendapatan yang akan menjadi sasaran kesalahan (error), kemungkinan untuk memperoleh jawaban yang benar dalam membandingkan alternatif-alternatif peralatan akan jauh lebih besar dengan estimasi-estimasi rinci daripada keputusan-keputusan yang akan diambil atas dasar pengalaman atau intuisi seseorang. Bisnis yang sehat akan mendasarkan pada keputusan-keputusan yang sudah diperhitungkan dengan cermat. Oleh sebab itu, untuk keputusan-keputusan manajemen, faktor pengalaman dan pertimbangan saja ada.


2.                        Proposal Teknik dan Hubungannya Dengan Ekonomi Teknik
Kegiatan teknik adalah suatu konsep kegiatan manusia yang berorientasi pada proses perbaikan/perubahan sifat maupun bentuk dari benda-benda alam dalam rangka mendapatkan manfaat yang lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana manusia mengubah sifat dan fungsi batu-batuan menjadi bangunan, mengubah pasir besi menjadi besi dan baja, mengubah kayu menjadi mobiler atau menjadi kertas, dan sebagainya, yang semuanya merupakan hasil perancangan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan.
Suatu aktifitas teknik akan selalu berawal dengan munculnya ide-ide rancangan teknik yang ingin diterapkan dalam rangka mengatasi keterbatasan-keterbatasan sumber daya alam guna memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Manusia ingin mereka bisa hidup dengan aman dan nyaman tanpa banyak mendapat gangguan lingkungan, maka dirancang bangunan sedemikian rupa. Manusia ingin dapat bergerak dan berpindah tempat dari suatu daerah ke daerah lain, maka manusia merancang kendaraan. Manusia membutuhkan berbagai peralatan untuk dapat meringankan berbagai tugas pekerjaannya, maka dirancang peralatan untuk tujuan tersebut.
Pada awalnya para perancang teknik masih lebih banyak menfokuskan rancangannya tersebut dapat dilaksanakan secara teknis, tanpa begitu memerhatikan aspek efisiensi pemakaian sumber daya. Hal ini dimungkinkan karena sumber daya yang dibutuhkan masih relatif banyak (murah). Namun, dengan semakin terbatasnya sumber daya alam dan semakin mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapat sumber-sumber daya alam tersebut, semua perancang teknik (engineer) dituntut untuk dapat menghasilkan rancangan-rancangan yang lebih efektif dan efisien. Tuntutan tersebut akan lebih nyata lagi jika hasil rancangan tersebut ditujukan sebagai bagian dari kegiatan ekonomi perusahaan, di mana semakin tingginya tingkat kompetisi usaha, menuntut setiap pengusaha dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik dengan harga yang kompetitif, artinya setiap produk yang dibuat harus dikerjakan secara efektif dan efisien.
Dalam rangka menjamin dihasilkannya produk-produk engineering yang efektif dan efisien serta kompetitif tersebut, maka proses rancangannya perlu dilakukan secara baik, sistematis, dan terukur. Adapun prosedur rancangan yang baik dan sistematis tersebut dapat dijelaskan dengan flow-chart
Diawali dengan munculnya ide/konsep teknik, mungkin berupa ide baru ataupun penyempurnaan dari ide atau rancangan yang ada yang mencakup tentang produk ataupun proses pengerjaan produk. Ide-ide tersebut tentu perlu dilahirkan secara sistematis dan tertulis melalui penjelasan-penjelasan, gambar-gambar, spesifikasi-spesifikasi, dan penjelasan teknis lainnya yang disebut dengan proposal teknis.
Selanjutnya proposal teknis tersebut perlu dievaluasi kelayakan teknisnya sebelum dilaksanakan/direalisasikan. Artinya apakah rancangan tersebut memungkinkan secara teknis untuk direalisasikan, apakah sudah tersedia teknologinya beserta tenaga ahlinya. Jika belum memungkinkan, ada baiknya rancangan tersebut diperbaiki kembali atau dihentikan saja.
Jika secara teknologi dan teknis tidak ada masalah/layak, dilanjutkan dengan penyusunan proposal ekonomis untuk mengetahui seberapa besar biaya yang diperlukan untuk merealisasikan rancangan tersebut, apakah rancangan tersebut sudah ekonomis atau belum serta dari mana sumber-sumber dana yang diperlukan akan diperoleh, seberapa besar beban untuk memperoleh sumber-sumber biaya tersebut dan sebagainya. Kalau rancangan ini bertujuan sebagai kegiatan usaha bisnis, tentu perlu dikaitkan dengan seberapa kompetitif produk tersebut dengan produk pesaingnya sehingga rancangan ini menjadi layak direalisasikan.
Jika proposal ekonomis tidak layak, kemungkinan proposal diperbaiki kembali atau dihentikan saja. Namun, jika proposal ekonomis terbukti layak, barulah rencana teknik tersebut dapat dilaksanakan/direalisasikan.
Untuk melakukan evaluasi ekonomis terhadap rancangan teknik di atas dibutuhkan pengetahuan pendukung ekonomi teknik (Economic Engineering). Oleh karena itu, Ekonomi Teknik adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering).
Karena penerapan kegiatan teknik pada umumnya memerlukan investasi yang relatif besar dan berdampak jangka panjang terhadap aktivitas pengikutnya, penerapan aktivitas teknik tersebut menuntut adanya keputusan-keputusan strategis yang memerlukan pertimbangan-pertimbangan teknik maupun ekonomis yang baik dan rasional. Oleh karena itu, Ilmu Ekonomi Teknik sering juga dianggap sebagai sarana pendukung keputusan (Decision Making Support).
Keputusan yang baik dan rasional pada dasarnya memerlukan prosedur dan proses yang sistematis serta terukur dengan tahapan proses sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi atau memahami persoalan dengan baik;
2. Merumuskan tujuan penyelesaian masalah;
3. Mengumpulkan data-data yang relevan;
4. Klarifikasi, klasifikasi, dan validasi kebenaran data yang terkumpul;
5. Identifikasi alternatif pemecahan masalah yang mungkin;
6. Menetapkan kriteria pengukuran alternatif;
7. Menyusun atau menyiapkan model keputusan;
8. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap semua alternatif yang disediakan;
9. Mengambil keputusan sesuai dengan tujuan;
10. Menerapkan keputusan yang telah diambil.

Dalam menyiapkan alternatif perlu diperhatikan persyaratan berikut :
A. Jumlah alternatif yang ideal 2-10 alternatif, jika alternatif banyak perlu dilakukan seleksi bertingkat;
B. Memenuhi sifat mutually exclusive (tidak ada alternatif yang tumpang tindih);
C. Memenuhi sifat axhausive (semua kemungkinan alternatif yang tersedia telah terwakili).
3.                        Pengertian Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan merupakan tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan untuk mengambil keputusan, tahap-tahap ini merupakan keragka dasar sehingga setiap tahap dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa sub tahap disebut langkah yang lebih khusus atau spesifik dan lebih operasional.
Pembuatan keputusan ialah proses memilih sejumlah alternatif. Pembuatan keputusan penting bagi administrator pendidikan karena proses pengambilan keputusan mempunyai peran penting dalam memotivasi, kepemimpinan, koordinasi, dan perubahan organisasi. Setiap level administrasi sekolah mengambil keputusan secara hierarkis. Keputusan yang diambil administrator berpengaruh terhadap pelanggan pendidikan terutama peserta didik. Oleh karena itu, setiap administrator pendidikan harus memiliki keterampilan mengambil keputusan secara cepat, tepat, efektif, dan efisien.
Prinsip Pembuatan Keputusan
Pembuatan  keputusan  mengenal  berbagai  prinsip  dasar  sehingga  baik  dalam tahapan  perumusan  maupun  implementasinya  pembuatan  keputusan  tersebut memenuhi  syarat  sebagai  alat  manajemen  yang  dapat  memberikan  panduan  bagi anggota  dalam  bertindak  dan  berprilaku.   Adapun  Prinsip-Prinsip  tersebut  adalah sebagai berikut: 
1.  Keputusan pada dasarnya ditujukan untuk memecahkan masalah, karena itu setiap alternatif solusi hendaknya tepat untuk masalah yang dituju.  
2.  Setiap  keputusan  hendaknya  merupakan  alternatif  terbaik  dengan  resiko yang amat minial.    
3.  Keputusan  hendaknya  sudah  mempertimbangkan  lingkup  dan  resiko  secara sistematik dan sistemik.
4.  Keputusan hendaknya tidak berada diluar zona of acceptance manusia.
5.  Keputusan yang efektif adalah keputusan yang dapat dilaksanakan.
6.  Keputusan  hendaknya  memecahkan  masalah  yang  generik  bukan  masalah yang oprasional teknis.
7.  Pembuatan  Keputusan  terdiri  dari  tahap  perumusan  keputusan  dan implementasi keputusan.
8.  Pembuatan  keputusan  hendaknya  menghasilkan  suatu  hasil  yang  dapat diukur.
9.  Keputusan tidak selalu harus dimulai dari data, tapi dari judgement.     
Keseluruhan  prinsip  di  atas  dapat  dijadikan  dasar  dalam  setiap  pembuatan keputusan. Dengan menerapkan prinsip tersebut pembuat keputusan dapat terhindar dari   berbagai kesalahan  dalam  menggunakan  pembuatan  keputusan.   Ini  mengandung  arti  bahwa kekacauan manajemen yang acap kali disebabkan oleh pembuatan keputusan yang tidak didasarkan kepada prinsip yang tepat dapat dihindari.
4.                           Tahapan-tahapan dalam Proses Pengambilan Keputusan, terutama dalam bidang engineering
Berhubungan dengan tahap-tahap, tetapi lebih empiris (yaitu, menelusuri keputusan sebenarnya dalam bidang engineering), adalah langkah pengambilan keputusan menurut Mintzberg dan koleganya:
A.    Tahap Identifikasi, dimana pengenalan masalah atau kesempatan muncul dan diagnosis dibuat Diketahui bahwa masalah yang berat mendapatkan diagnosis yang ekstensif dan sistematis, tep masalah yang sederhana tidak.
B.     Tahap pengembangan, di mana terdapat pencarian prosedur atau solusi standar yang ada as mendesain solusi yang baru. Diketahui bahwa proses desain merupakan proses pencarian d percobaan di mana pembuat keputusan hanya mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas.
C.     Tahap seleksi, di mana pilihan solusi dibuat. Ada tiga cara pembentukan seleksi: dengan penilainn pembuat keputusan, berdasarkan pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis; dengan analisis alternatif yang logis dan sistematis; dan dengan tnwar-menawar saat seleksi melibatkan kelompok pembuat keputusan dan semua manuver politik yang ada. Sekali keputusan diterima secara formal, otorisasi pun kemudian dibuat.

5.                        Analisis Pengambilan Keputusan
Analisis keputusan adalah pola berpikir sistematis dalam pengambilan keputusan, yang bertujuan untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan, pengembangan kriteria khusus untuk mencapai tujuan, mengevaluasi alternatif tindakan yang tersedia yang berhubungan dengan kriteria dan mengidentifikasi kemungkinan resiko yang melekat pada suatu keputusan tersebut.
Untuk mencapai beberapa sasaran antara seperti yang telah diuraikan sebelumnya diperlukan adanya suatu keputusan tidakan yang akan dilakukan dari beberapa alternatif. Untuk itu, dilakukan analisis keputusan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
> Merumuskan Pernyataan Keputusan
Tujuan merumuskan pernyataan keputusan adalah untuk memusatkan perhatian pada tindakan yang terpilih dalam tahap pengidentifikasian alternatif tindakan sebagai dasar untuk melaksanakan keputusan yang akan ditempuh dalam usaha mengembangkan perusahaan.
> Menetapkan Kriteria Keputusan
Kriteria keputusan adalah kemampuan memberikan gambaran mengenai suatu keadaan yang lebih terperinci tentang hasil keputusan yang diambil. Tujuan penetapan kriteria adalah untuk menyaring sejumlah alternatif lain yang pada akhirnya akan muncul satu alternatif terbaik.
 > Menetapkan Alternatif Keputusan
Alternatif keputusan adalah kemungkinan-kemungkinan pilihan bagi pencapaian tujuan dari pernyataan keputusan. Dari berbagai alternatif, akan dipilih yang terbaik berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Pertimbangan pokoknya adalah mana yang paling memenuhi kriteria dan paling kecil resikonya bila alternatif itu dijalankan.
> Menentukan Bobot Masing-Masing  Kriteria
Penentuan bobot berdasarkan besar-kecilnya pengaruh kriteria terhadap alternatif keputusan. Semakin besar pengaruhnya maka bobotnya lebih besar dan sebaliknya. Jumlah bobot untuk seluruh kriteria adalah satu (1)
> Membuat Matriks Penilaian
Matriks penilaian bertujuan untuk mengevaluasi alternatif-alternatif yang paling baik yang dapat memenuhi sasaran. Dalam matriks ini digunakan sistem pembobotan, dimana kriteria dan alternatif keputusan diberi bobot kemudian diperkalikan.
> Menentukan Tindakan Terpilih
Hasil perkalian antara kriteria dan alternatif keputusan yang memiliki bobot tertinggi merupakan alternatif prioritas. Alternatif yang menjadi prioritas merupakan tindakan terpilih untuk mencapai sasaran utama.
6.                        Proses Pengambilan Keputusan
Setiap kali manajemen memberikan pandangan sesuai dengan sudut tinjauannya. Oleh sebab itu, banyak variasi tahap-tahap pembutan keputusan yang muncul.  Sedang P. Siagian dalam buku-nya “Sistem Informasi untuk Pembuatan Keputusan” mengemukakan pendekatan bertahap dalam pembuatan keputusan pada halaman 110. Pendekatan bertahap berarti sebelum keputusan di ambil, ada langkah-langkah tertentu yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Langkah-langkah tersebut meliputi:
1.    Kegiatan-kegiatan intellijen. Artinya menemukan situasi yang memerlukan kegiatan pembuatan keputusan.
2.   Design-activities, yang berarti menemukan, mengembangkan, dan menganalisis tindak lanjut yang hendak dicapai.
3.   Kegiatan pemilihan, yaitu memilih dari berbagai kemungkinan tindak lanjut yang menurut perhitungan merupakan tindak lanjut yang paling tepat.
4.    Pelaksanaan, dalam arti pembuatan keputusan.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut di atas, maka secara sistematis diharapkan akan memungkinkan seseorang membuat keputusan dengan tepat, cepat, praktis, dan rasional.
7.                        Proses Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah adalah sebuah proses dimana suatu situasi diamati kemudian bila ditemukan ada masalah dibuat penyelesaiannya dengan cara menentukan masalah, mengurangi atau menghilangkan masalah atau mencegah masalah tersebut terjadi. Ada banyak urutan proses pemecahan masalah yang diajukan oleh para ahli, salah satunya seperti terlihat pada Gambar 1.12.
Pada gambar 1.12 terlihat serangkaian tahapan proses yang berbeda yang dapat digunakan dalam berbagai tingkatan, tergantung dari tipe dan sifat masalahnya. Masalah yang berbeda membutuhkan penggunaan cara yang berbeda, bahkan mungkin urutan yang berbeda. Tahapan kritis dari proses pemecahan masalah adalah Pendefinisian Masalah. Apabila masalah tidak cukup jelas didefinisikan maka tahapan-tahapan berikut sulit untuk dijalankan. Bahkan apabila dipaksakan, kemungkinan besar penyelesaian yang tepat tidak akan diperoleh.

Gambar 1.12. Proses pemecahan masalah

Secara umum proses pemecahan masalah dapat dilakukan dengan empat tahapan utama yaitu :
  • Memahami dan mendefinisikan masalah
Bagian ini merupakan bagian yang sangat penting karena menjadi awal dari seluruh proses pemecahan masalah. Tujuan pada bagian ini adalah memahami masalah dengan baik dan menghilangkan bagian-bagian yang dirasa kurang penting.
  • Membuat rencana untuk pemecahan masalah
Pada bagian ini ada dua kegiatan penting yaitu :
  1. mencari berbagai cara penyelesaian yang mungkin diterapkan
  2. membuat rencana pemecahan masalah
Penyelesaian suatu masalah biasanya tidak hanya satu tapi mungkin bisa beberapa macam. Sebagai ilustrasi, apabila kita berada di kota Surabaya dan ingin pergi ke Jakarta, maka banyak cara yang mungkin bisa dilakukan, misalnya kita bisa menempuh dengan angkutan darat, laut atau udara. Dengan angkutan darat kita bisa menggunakan kereta api, bus atau angkutan yang lain. Jalurnya pun kita bisa lewat jalur utara, tengah atau selatan. Jadi banyak sekali cara penyelesaian yang bisa kita kembangkan. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Dari sekian banyak penyelesaian ini kita harus memilih satu yang berdasarkan persyaratan tertentu merupakan cara yang paling baik untuk menyelesaikan permasalahan. Setelah terpilih, maka kita dapat membuat rencana kasar (outline) penyelesaian masalah dan membagi masalah dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Rencana kasar (outline) penyelesaian masalah hanya berisi tahapan-tahapan utama penyelesaian masalah.
  • Merancang dan menerapkan rencana untuk memperoleh cara penyelesaian
Pada bagian ini rencana kasar penyelesaian masalah diperbaiki dan diperjelas dengan pembagian dan urutan rinci yang harus ditempuh dalam penyelesaian masalah.
  • Memeriksa dan menyampaikan hasil dari pemecahan masalah
Bagian ini bertujuan untuk memeriksa apakah akurasi (ketepatan) hasil dari cara yang dipilih telah memenuhi tujuan yang diinginkan. Selain itu juga untuk melihat bagaimana daya guna dari cara yang dipilih yang dipilih.
Contoh Kasus Ekonomi Teknik dibidang Teknik Elektro
Sebuah perusahaan membeli sebuah Robot untuk mengefisiensi pembuatan barang, biaya perawatan dan perbaikan secara  berturut-turut diantisipasi sebagai berikut Rp. 20.000.000 pada tahun ke 1, Rp. 5.000.000 pada tahun ke 5, RP. 8.000.000 pada tahun ke 10 dan Rp. 6.000.000 pada tahun ke 15.
Jika perusahaan memperkirakan akan menggunakan robot tersebut selama 20 tahun. berapa nilai rata-rata tahunan pada tahun terakhir dengan tingkat suku bunga 7%
Jawab  :
F1= 20.000 k                                                    F3= 8.000 k
F2= 5000 k                                                        F4= 6.000 k
A = F1 (A/F1,i,n) + F2(A/F2,i,n) + F3 (A/F3,i,n) + F4 (A/F4,i,n)
A = F1 (A/F1,7%,19) + F2(A/F2,7%,15) + F3 (A/F3,7%,10) + F4 (A/F4,7%,5)
A = 20.000 (0,0268) + 5000 (0,0398) + 8000 (0,0724) + 6000 (0,1739)
A =  2357,6 k

Referensi
http://belajarekonomiteknik.blogspot.co.id/
https://ignasiusmicko.wordpress.com/2014/10/14/definisi-dan-ruang-lingkup-ekonomi-teknik/
http://haryono_putro.staff.gunadarma.ac.id/


Minggu, 19 Juni 2016

Tugas Softkill_Pendidikan Kewarganegaraan


Dibantu AS, Pasukan Irak Rebut Gedung-gedung Pemerintah di Pusat Kota dari Tangan ISIS
Sabtu, 18 Juni 2016 19:16 WIB
Aljazeera
Pasukan Irak, Jumat (17/6/2016), memasuki kota Fallujah, pusat kota Irak yang selama ini dikuasai ISIS. 

TRIBUNNEWS.COM, BAGHDAD - Pasukan Irak, Jumat (17/6/2016), memasuki kota Fallujah pusat kota Irak yang selama ini dikuasai ISIS.
Irak berhasil menguasai kembali kompleks bangunan pemerintahan utama di kota Fallujah setelah hampir empat minggu aksi mereka didukung AS menggempur ISIS.
Pasukan pemerintah, didukung serangan udara koalisi pimpinan AS, berhasil merebut kembali gedung -gedung penting pemerintah meskipun para militan ultra garis keras masih sempat menyulitkan pasukan.
Setelah berhasil memukul mundur dan membersihkan seluruh kota dari ISIS, Polisi Federal mengibarkan bendera Negara Irak di atas gedung besar pemerintah.
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengatakan pemerintah akan segera mengumumkan kemenangan di Fallujah, pasalnya hingga kini pasukan pemerintah masih terus membersihkan kota dari kendali ISIS.
Satuan-satuan polisi bersenjata berat Kementerian dalam negeri berpatroli di sepanjang jalan Baghdad, jalan utama Timur-Barat . Sementara Komando anti-teroris (CTS) telah berhasil menduduki rumah sakit Fallujah.
"Merebut kembali kompleks gedung pemerintahan, 'landmark' kota , jadi simbol kembalinya kekuasaan negara di Fallujah," tegas komandan operasi, Letnan Jenderal Abdulwahab al-Saadi.
Pemerintah Irak kehilangan kendali di Fallujah pada 2014. Sebagai informasi, Fallujahberjarak hanya 50 kilometer di sebelah barat Baghdad. Kota ini adalah basis terkuat ISIS. Dengan dikuasainya kembali kota ini, maka tersisa kota Mosul yang masih dikuasai ISIS.
Selain kompleks perkantoran dan gedung pemerintahan, pasukan Irak juga menguasai permukiman-permukiman. Paling tidak militer Irak telah menguasai hampir 50 persen kota Fallujah.
"Banyak anggota ISIS kabur di sisi barat," jelasnya Al-Saadi. (france24/Aljazeera/AP)








Komentar :

Terrorisme merupakan salah satu ancaman dunia internasional, banyak beberapa anggota radikal yang ingin meneror warga dunia yang tidak sepaham dengan aliran mereka. Sebut saja ISIS atau Islamic State of Irak and Syiria ini tak berhenti membuat kekacauan tidak hanyak di Negara Irak dan Syiria namun juga diseluruh dunia. Terror yang disebarkan pun berbagai macam mulai ledakan di beberapa tempat tertentu sampai tembakan secara acak kepada warga sipil yang tidak tau menau tentang paham yang mereka anut. Pangkalnya umat islamlah yang disalahkan karena mereka sering menyebut itu jihad, dalam islam sendiri tidak diajarkan mengajak seseorang atau kaum memeluk islam dengan kekerasan. Teroris bukan orang muslim dan bukan orang yang beragama, di agama manapun tidak diajarkan untuk membunuh orang yang tidak tau apa-apa.
Dari sudut pandang Agama Islam sendiri bahwa terorisme sangat berolak belakang dengan ajaran yang diajarkan Rasulullah dan dinul yang diamanatkan oleh Allah SWT. Terorisme dengan menggunakan kekerasan, kekejaman serta kebengisan dan cara-cara lain untuk menimbulkan rasa takut dan ngeri pada manusia untuk mencapai tujuan.
Sedangkan Islam dengan lemah-lembut, santun, membawa khabar gembira tidak menjadikan manusia takut dan lari, serta membawa kepada kemudahan, tidak menimbulkan kesusahan, dan tidak ada paksaan.
Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa dalam peperangan pun Nabi SAW berpesan kepada para shahabat, sabda beliau :
ياَاَيُّهَا النَّاسُ، لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ اْلعَدُوّ، وَ اسْأَلُوا اللهَ اْلعَافِيَةَ، فَاِنْ لَقِيْتُمُ اْلعَدُوَّ فَاصْبِرُوْا وَ اعْلَمُوْا اَنَّ اْلجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُّوْفِ. البخارى و مسلم، فى نور اليقين:149-150
Hai manusia, janganlah kamu menginginkan bertemu dengan musuh, dan mohonlah kepada Allah agar kalian terlepas dari marabahaya. Apabila kalian bertemu dengan musuh, maka bershabarlah dalam menghadapi mereka, dan ketahuilah bahwasanya surga itu dibawah bayangan pedang”. [HR. Bukhari dan Muslim, dalam Nurul Yaqin : 149-150]
Pesan Nabi SAW tersebut menunjukkan betapa kasih sayang beliau terhadap jiwa manusia, sekalipun dalam peperangan sedapat mungkin menghindari bertemu musuh agar tidak terjadi marabahaya. Namun kalau terpaksa bertemu dengan musuh, jangan takut dan jangan dihadapi dengan hawa nafsu yang melampaui batas, tetapi hendaklah dihadapi dengan shabar dan tabah, karena surga di bawah bayangan pedang.
Memang kedua hal tersebut mempunyai tujuan yang berbeda. Terorisme biasanya digunakan untuk tujuan politik, kekuasaan, sedangkan Islam bertujuan untuk menuntun manusia dalam mencapai kebahagiaan hidupnya dengan dilandasi rasa kasih sayang hanya semata-mata mengharap ridla Allah SWT.
Oleh karena itu rasanya tidak berlebihan kalau ada orang yang mengatakan bahwa “politik itu kotor”, karena dalam mencapai tujuannya dengan menghalalkan segala cara, sekalipun dengan terorisme. Dengan demikian bagi seorang muslim haram hukumnya mendukung, mengikuti alur politik yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan politiknya.
Yang demikian itu bukan berarti orang Islam tidak boleh berpolitik, tidak boleh meraih kekuasaan. Boleh berpolitik, tetapi tidak boleh keluar dari bingkai Islam, dengan tujuan untuk kejayaan Islam dengan mengharap ridla Allah semata-mata.
Dalam mencapai kesuksesan cita-cita harokahnya, Rasulullah melalui cara-cara yang ditunjukkan oleh Allah serta berusaha memenuhi persyaratan untuk memperoleh janji Allah, karena janji Allah pasti tepat dan tidak perlu diragukan.
Dalam berita diatas penulis salut kepada pemerintahan Irak yang pantang menyerah untuk menyerbu kantong-kantong sarang teroris yang ada di Negara mereka. Semua Negara di dunia termasuk AS bersama-sama menangani terorisme agar tecipta dunia yang aman dan damai. Tidak ada lagi pertumpahan darah, tidak ada lagi perebutan kekuasaan, tidak ada lagi terror meneror. ISIS mulai terpojok entah apa yang akan mereka lakukan, tapi penulis berharap mereka sadar bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah sebuah kesalahan besar dan itu tidak dibenarkan oleh tuhan. Meskipun, itu sulit karena entah apa yang meracuni pikiran mereka sehingga bisa melakukan hal-hal yang tega diluar akal sehat manusia.
Berikut cara mencegah menjamurnya paham radikal dan teroris di dunia khususnya Indonesia :
1.      Memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar
2.      Memahamkan Ilmu Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar
3.      Meminimalisir Kesenjangan Sosial
4.      Menjaga Persatuan Dan Kesatuan
5.      Mendukung Aksi Perdamaian
6.      Berperan Aktif Dalam Melaporkan Radikalisme Dan Terorisme
7.      Meningkatkan Pemahaman Akan Hidup Kebersamaan
8.      Menyaring Informasi Yang Didapatkan
9.       Ikut Aktif Mensosialisasikan Radikalisme Dan Terorisme
Semoga, terror dibagian dunia manapun itu hilang dan lenyap agar tercipta bumi yang damai dan aman. Ciptakan suasana kondusif jangan jadikan perbedaan menjadi penghalang untuk bersatu, apabila semua sejalan menuju kearah yang sama yakni perdamaian bukan tidak mungkin hal yang diimpikan yaitu lenyapnya teroris dari muka bumi ini akan terwujud.
Sumber            : Tribun News


Jumat, 22 Januari 2016

Dasar Telekomunikasi V-Class 3


Demodulasi adalah suatu proses yang berlawanan dengan modulasi, dimana sinyal informasi dikeluarkan lagi dari frekuensi carrier menjadi sinyal aslinya.
Demodulasi Frekuensi (Frequency Demodulation)
Demodulasi frekuensi adalah sebuah rangkaian yang mengkonversikan perubahan frekuensi
yang sangat cepat keperubahan tegangan linier.




Cara kerja rangkaian demodulator FM
Disini suatu demodulator frekuensi mendeteksi sinyal informasi dari sinyal FM dengan operasi yang berlawanan dengan cara kerja modulator FM. Disini kita menggunakan suatu slope Demodulator Balance discriminator untuk proses modulasi. Secara umum setiap demodulator FM berfungsi mengkonversi setiap perubahan frekuensi menjadi tegangan dengan distorsi seminimal mungkin. Untuk itu, setiap demodulator/diskriminator/detektor FM, secara teori, harus memiliki karakteristik kerja yang linier antara tegangan dengan frekuensi.

Jumat, 15 Januari 2016

Dasar Telekomunikasi V-Class 2

Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation = FM ) adalah proses menumpangkan sinyal informasi pada sinyal pembawa (carrier) sehingga frekuensi gelombang pembawa (carrier) berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) gelombang sinyal informasi. Jadi sinyal informasi yang dimodulasikan (ditumpangkan) pada gelombang pembawa menyebabkan perubahan frekuensi gelombang pembawa sesuai dengan perubahan tegangan (simpangan) sinyal informasi. Pada modulasi frekuensi sinyal informasi mengubah-ubah frekuensi gelombang pembawa, sedangkan amplitudanya konstan selama proses modulasi.

Modulator FM adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan sinyal FM.contoh rangkaiannya adalah sebagai berikut :



Adapun cara kerja Modulator FM yaitu sinyal informasi akan ditumpangkan pada sinyal carrier (pembawa) sehingga frekuensi sinyal carrier akan sama dengan frekuensi sinyal informasi. Rangkaian kapasitansi varaktor (Cv) sebagai pengendali frekuensi di dalam modulator.

Kapasitansi Varactor ( Dioda Varactor) adalah dioda yang mempunyai sifat kapasitas berubah-ubah sesuai dengan tegangan yang diberikannya. Sesuai dengan sifatnya ini, Dioda Varactor juga disebut dengan Dioda Kapasitas Variabel atau Varicap Diode (Variable Capacitance Diode).  Dioda Varactor pada umumnya digunakan pada rangkaian yang berkaitan dengan Frekuensi seperti pada rangkaian VCO (Voltage Controlled Oscillator)

Apabila tegangan yang di inputkan pada rangkaian merupakan sinyal pembawa(carrier) maka frekuensi di dalam modulator akan berubah sesuai dengan sinyal pembawa.


Kamis, 07 Januari 2016

Dasar Telekomunikasi V-Class 1


1. Apakah definisi dari telekomunikasi ?
2. Sebutkan media atau sarana yang bisa digunakan untuk komunikasi (tradisional maupun modern)
3. Sebutkan dan jelaskan saluran transmisi yang digunakan untuk berkomunikasi.
4. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis modulasi analog
5. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis propagasi gelombang radio
Jawaban
1.      Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain.
2.      Alat komunikasi tradisional : kentongan, gong, burung merpati, surat, api unggun, asap, lampu, telegraf, lonceng, terompet, peluit.
Alat komunikasi modern : Telepon, handphone, televise, Koran atau media massa, radio, faks, jaringan internet.
3.      Kabel paralel ganda (two-wire line) Merupakan saluran dua kawat yang terdiri dari sepasang penghantar  sejajar yang dipisahkan oleh bahan dielektrik sejenis polyethylene. Saluran ini biasanya mempunyai impedansi karakteristik 300 Ω sampai 600 Ω.
Kabel koaksial Kabel ini biasanya banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz ke atas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Kabel koaksial dapat bekerja pada frekuensi gelombang mikro. Untuk frekuensi rendah dielektrik dapat berupa polyethylene, namun untuk frekuensi yang lebih tinggi teflon dan bahan lain dapat digunakan.
Balanced shielded line Merupakan perpaduan dari saluran  two-wire line dengan kabel koaksial, dimana kedua kawatnya saling sejajar, namun untuk mengurangi rugi-rugi radiasi digunakan pelindung dari jaringan serat logam seperti pada kabel koaksial.
Mikrostrip dan Stripline Merupakan saluran transmisi yang bentuk fisiknya berupa susunan-susunan rangkaian terpadu (IC) dari gelombang mikro menggunakan bentuk-bentuk khusus saluran transmisi, di mana dua jenis yang paling umum adalah saluran strip-mikro (microstrip line) dan saluran strip (stripline).
Bumbung gelombang (Waveguides) Merupakan saluran transmisi yang berbentuk konduktor berongga, akan tetapi masih bisa dikategorikan sebagai saluran transmisi karena masih berfungsi untuk menyalurkan gelombang walaupun yang disalurkan di dalamnya bukan lagi berupa arus atau tegangan, namun berbentuk gelombang elektromagnetik itu sendiri. Dalam pengertian yang lebih umum, bumbung gelombang tidak dibatasi oleh konfigurasi fisik semacam ini. Bumbung gelombang dapat melibatkan banyak konduktor dan dielektrikum tapi dapat juga hanya melibatkan bahan-bahan dielektrikum saja, tanpa konduktor.
4.      Amplitude Modulation (AM)
Modulasi jenis ini adalah modulasi yang paling simple, frekwensi pembawa atau carrier diubah amplitudenya sesuai dengan signal  informasi atau message signal yang akan dikirimkan. Dengan kata lain AM adalah modulasi dalam mana amplitude dari signal pembawa (carrier) berubah karakteristiknya sesuai dengan amplitude signal informasi. Modulasi ini disebut juga linear modulation, artimya bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier mengikuti signal informasi yang akan ditransmisikan.
Frequency Modulation (FM)
Modulasi Frekwensi adalah salah satu cara memodifikasi/merubah Sinyal sehingga memungkinkan untuk membawa dan mentransmisikan informasi ketempat tujuan. Frekwensi dari Sinyal Pembawa (Carrier Signal) berubah-ubah menurut besarnya amplitude dari signal informasi. FM ini lebih tahan noise dibanding AM.
Phase Modulation (PhM)
Phase modulasi merupakan bentuk modulasi yang merepresentasikan informasi sebagai variasi fase dari sinyal pembawa. Hampir mirip dengan FM, frekuensi pembawa juga bervariasi karena variasi fase dan tidak merubah amplitudo pembawa.
Phase modulasi jarang digunakan karena memerlukan perangkat keras penerima yang lebih kompleks.
5.      Propagasi ruang bebas
Gelombang radio tidak dipengaruhi oleh bumi atau atmoser. Propagasi ruang bebas sangat jarang dan hanya akan terjadi apabila pemancar dan penerima tidak di pengaruhi oleh permukaan bumi atau objek yang dapat menyebabkan refleksi dan terjadinya penyerapan termasuk oleh pemancar dan penerima itu sendiri.
Gelombang tanah
Gelombang tanah adalah radiasi yang dipengaruhi oleh permukaan bumi dan objek yang berada dipermukaan bumi. Gelombang tanah menjalar dengan dipengaruhi oleh objek yang dapat menyebabkan terjadinya penyerapan gelombang seperti bangunan, vegetasi, bukit, gunung dan beberapa objek yang tidak beraturan yang terdapat pada permukaan bumi.
Gelombang troposfer
Gelombang troposfer adalah radiasi gelombang yang tetap terjaga dekat dari permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya pembelokan pada atmosfer bawah. Jumlah pembengkolan gelombang akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensi gelombang. Pada propagasi VHF dan UHF (yang digunakan dalam komunikasi selular), gelombang troposfer merupakan suatu hambatan yang akan menyebabkan inerfernsi dan kekuarangan daya dari gelombang itu sendiri. Secara umum gelombang troposfer merupakan hasil dari penyerapan gelombang radio oleh bangunan, vegetasi, bukit dan gunung.
Gelombang ionosfer
Gelombang ionosfer berasal dari gelombang radio yang mempunyai sudut vertical. Dengan pantulan yang berturut-turut dari permukaan bumi dan ionosfer maka komunikasi dapat terjadi pada jarak yang sangat jauh.