Minggu, 19 Juni 2016

Tugas Softkill_Pendidikan Kewarganegaraan


Dibantu AS, Pasukan Irak Rebut Gedung-gedung Pemerintah di Pusat Kota dari Tangan ISIS
Sabtu, 18 Juni 2016 19:16 WIB
Aljazeera
Pasukan Irak, Jumat (17/6/2016), memasuki kota Fallujah, pusat kota Irak yang selama ini dikuasai ISIS. 

TRIBUNNEWS.COM, BAGHDAD - Pasukan Irak, Jumat (17/6/2016), memasuki kota Fallujah pusat kota Irak yang selama ini dikuasai ISIS.
Irak berhasil menguasai kembali kompleks bangunan pemerintahan utama di kota Fallujah setelah hampir empat minggu aksi mereka didukung AS menggempur ISIS.
Pasukan pemerintah, didukung serangan udara koalisi pimpinan AS, berhasil merebut kembali gedung -gedung penting pemerintah meskipun para militan ultra garis keras masih sempat menyulitkan pasukan.
Setelah berhasil memukul mundur dan membersihkan seluruh kota dari ISIS, Polisi Federal mengibarkan bendera Negara Irak di atas gedung besar pemerintah.
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengatakan pemerintah akan segera mengumumkan kemenangan di Fallujah, pasalnya hingga kini pasukan pemerintah masih terus membersihkan kota dari kendali ISIS.
Satuan-satuan polisi bersenjata berat Kementerian dalam negeri berpatroli di sepanjang jalan Baghdad, jalan utama Timur-Barat . Sementara Komando anti-teroris (CTS) telah berhasil menduduki rumah sakit Fallujah.
"Merebut kembali kompleks gedung pemerintahan, 'landmark' kota , jadi simbol kembalinya kekuasaan negara di Fallujah," tegas komandan operasi, Letnan Jenderal Abdulwahab al-Saadi.
Pemerintah Irak kehilangan kendali di Fallujah pada 2014. Sebagai informasi, Fallujahberjarak hanya 50 kilometer di sebelah barat Baghdad. Kota ini adalah basis terkuat ISIS. Dengan dikuasainya kembali kota ini, maka tersisa kota Mosul yang masih dikuasai ISIS.
Selain kompleks perkantoran dan gedung pemerintahan, pasukan Irak juga menguasai permukiman-permukiman. Paling tidak militer Irak telah menguasai hampir 50 persen kota Fallujah.
"Banyak anggota ISIS kabur di sisi barat," jelasnya Al-Saadi. (france24/Aljazeera/AP)








Komentar :

Terrorisme merupakan salah satu ancaman dunia internasional, banyak beberapa anggota radikal yang ingin meneror warga dunia yang tidak sepaham dengan aliran mereka. Sebut saja ISIS atau Islamic State of Irak and Syiria ini tak berhenti membuat kekacauan tidak hanyak di Negara Irak dan Syiria namun juga diseluruh dunia. Terror yang disebarkan pun berbagai macam mulai ledakan di beberapa tempat tertentu sampai tembakan secara acak kepada warga sipil yang tidak tau menau tentang paham yang mereka anut. Pangkalnya umat islamlah yang disalahkan karena mereka sering menyebut itu jihad, dalam islam sendiri tidak diajarkan mengajak seseorang atau kaum memeluk islam dengan kekerasan. Teroris bukan orang muslim dan bukan orang yang beragama, di agama manapun tidak diajarkan untuk membunuh orang yang tidak tau apa-apa.
Dari sudut pandang Agama Islam sendiri bahwa terorisme sangat berolak belakang dengan ajaran yang diajarkan Rasulullah dan dinul yang diamanatkan oleh Allah SWT. Terorisme dengan menggunakan kekerasan, kekejaman serta kebengisan dan cara-cara lain untuk menimbulkan rasa takut dan ngeri pada manusia untuk mencapai tujuan.
Sedangkan Islam dengan lemah-lembut, santun, membawa khabar gembira tidak menjadikan manusia takut dan lari, serta membawa kepada kemudahan, tidak menimbulkan kesusahan, dan tidak ada paksaan.
Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa dalam peperangan pun Nabi SAW berpesan kepada para shahabat, sabda beliau :
ياَاَيُّهَا النَّاسُ، لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ اْلعَدُوّ، وَ اسْأَلُوا اللهَ اْلعَافِيَةَ، فَاِنْ لَقِيْتُمُ اْلعَدُوَّ فَاصْبِرُوْا وَ اعْلَمُوْا اَنَّ اْلجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُّوْفِ. البخارى و مسلم، فى نور اليقين:149-150
Hai manusia, janganlah kamu menginginkan bertemu dengan musuh, dan mohonlah kepada Allah agar kalian terlepas dari marabahaya. Apabila kalian bertemu dengan musuh, maka bershabarlah dalam menghadapi mereka, dan ketahuilah bahwasanya surga itu dibawah bayangan pedang”. [HR. Bukhari dan Muslim, dalam Nurul Yaqin : 149-150]
Pesan Nabi SAW tersebut menunjukkan betapa kasih sayang beliau terhadap jiwa manusia, sekalipun dalam peperangan sedapat mungkin menghindari bertemu musuh agar tidak terjadi marabahaya. Namun kalau terpaksa bertemu dengan musuh, jangan takut dan jangan dihadapi dengan hawa nafsu yang melampaui batas, tetapi hendaklah dihadapi dengan shabar dan tabah, karena surga di bawah bayangan pedang.
Memang kedua hal tersebut mempunyai tujuan yang berbeda. Terorisme biasanya digunakan untuk tujuan politik, kekuasaan, sedangkan Islam bertujuan untuk menuntun manusia dalam mencapai kebahagiaan hidupnya dengan dilandasi rasa kasih sayang hanya semata-mata mengharap ridla Allah SWT.
Oleh karena itu rasanya tidak berlebihan kalau ada orang yang mengatakan bahwa “politik itu kotor”, karena dalam mencapai tujuannya dengan menghalalkan segala cara, sekalipun dengan terorisme. Dengan demikian bagi seorang muslim haram hukumnya mendukung, mengikuti alur politik yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan politiknya.
Yang demikian itu bukan berarti orang Islam tidak boleh berpolitik, tidak boleh meraih kekuasaan. Boleh berpolitik, tetapi tidak boleh keluar dari bingkai Islam, dengan tujuan untuk kejayaan Islam dengan mengharap ridla Allah semata-mata.
Dalam mencapai kesuksesan cita-cita harokahnya, Rasulullah melalui cara-cara yang ditunjukkan oleh Allah serta berusaha memenuhi persyaratan untuk memperoleh janji Allah, karena janji Allah pasti tepat dan tidak perlu diragukan.
Dalam berita diatas penulis salut kepada pemerintahan Irak yang pantang menyerah untuk menyerbu kantong-kantong sarang teroris yang ada di Negara mereka. Semua Negara di dunia termasuk AS bersama-sama menangani terorisme agar tecipta dunia yang aman dan damai. Tidak ada lagi pertumpahan darah, tidak ada lagi perebutan kekuasaan, tidak ada lagi terror meneror. ISIS mulai terpojok entah apa yang akan mereka lakukan, tapi penulis berharap mereka sadar bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah sebuah kesalahan besar dan itu tidak dibenarkan oleh tuhan. Meskipun, itu sulit karena entah apa yang meracuni pikiran mereka sehingga bisa melakukan hal-hal yang tega diluar akal sehat manusia.
Berikut cara mencegah menjamurnya paham radikal dan teroris di dunia khususnya Indonesia :
1.      Memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar
2.      Memahamkan Ilmu Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar
3.      Meminimalisir Kesenjangan Sosial
4.      Menjaga Persatuan Dan Kesatuan
5.      Mendukung Aksi Perdamaian
6.      Berperan Aktif Dalam Melaporkan Radikalisme Dan Terorisme
7.      Meningkatkan Pemahaman Akan Hidup Kebersamaan
8.      Menyaring Informasi Yang Didapatkan
9.       Ikut Aktif Mensosialisasikan Radikalisme Dan Terorisme
Semoga, terror dibagian dunia manapun itu hilang dan lenyap agar tercipta bumi yang damai dan aman. Ciptakan suasana kondusif jangan jadikan perbedaan menjadi penghalang untuk bersatu, apabila semua sejalan menuju kearah yang sama yakni perdamaian bukan tidak mungkin hal yang diimpikan yaitu lenyapnya teroris dari muka bumi ini akan terwujud.
Sumber            : Tribun News