Dibantu AS,
Pasukan Irak Rebut Gedung-gedung Pemerintah di Pusat Kota dari Tangan ISIS
Sabtu, 18 Juni 2016 19:16 WIB
Aljazeera
Pasukan Irak, Jumat (17/6/2016),
memasuki kota Fallujah, pusat kota Irak yang selama ini dikuasai ISIS.
TRIBUNNEWS.COM, BAGHDAD - Pasukan Irak, Jumat (17/6/2016),
memasuki kota Fallujah pusat kota Irak yang selama ini dikuasai
ISIS.
Irak berhasil menguasai kembali kompleks
bangunan pemerintahan utama di kota Fallujah setelah hampir empat minggu aksi
mereka didukung AS menggempur ISIS.
Pasukan pemerintah, didukung serangan udara
koalisi pimpinan AS, berhasil merebut kembali gedung -gedung penting pemerintah
meskipun para militan ultra garis keras masih sempat menyulitkan pasukan.
Setelah berhasil memukul mundur dan
membersihkan seluruh kota dari ISIS, Polisi Federal mengibarkan bendera Negara Irak di atas gedung besar
pemerintah.
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi
mengatakan pemerintah akan segera mengumumkan kemenangan di Fallujah, pasalnya
hingga kini pasukan pemerintah masih terus membersihkan kota dari kendali ISIS.
Satuan-satuan polisi bersenjata berat
Kementerian dalam negeri berpatroli di sepanjang jalan Baghdad, jalan utama
Timur-Barat . Sementara Komando anti-teroris (CTS) telah berhasil menduduki
rumah sakit Fallujah.
"Merebut kembali kompleks gedung
pemerintahan, 'landmark' kota , jadi simbol kembalinya kekuasaan negara di
Fallujah," tegas komandan operasi, Letnan Jenderal Abdulwahab al-Saadi.
Pemerintah Irak kehilangan kendali di
Fallujah pada 2014. Sebagai informasi, Fallujahberjarak hanya 50 kilometer di
sebelah barat Baghdad. Kota ini adalah basis terkuat ISIS. Dengan dikuasainya
kembali kota ini, maka tersisa kota Mosul yang masih dikuasai ISIS.
Selain kompleks perkantoran dan gedung
pemerintahan, pasukan Irak juga menguasai
permukiman-permukiman. Paling tidak militer Irak telah menguasai hampir 50
persen kota Fallujah.
"Banyak anggota ISIS kabur di sisi
barat," jelasnya Al-Saadi. (france24/Aljazeera/AP)
Komentar :
Terrorisme
merupakan salah satu ancaman dunia internasional, banyak beberapa anggota
radikal yang ingin meneror warga dunia yang tidak sepaham dengan aliran mereka.
Sebut saja ISIS atau Islamic State of Irak and Syiria ini tak berhenti membuat
kekacauan tidak hanyak di Negara Irak dan Syiria namun juga diseluruh dunia.
Terror yang disebarkan pun berbagai macam mulai ledakan di beberapa tempat
tertentu sampai tembakan secara acak kepada warga sipil yang tidak tau menau
tentang paham yang mereka anut. Pangkalnya umat islamlah yang disalahkan karena
mereka sering menyebut itu jihad, dalam islam sendiri tidak diajarkan mengajak
seseorang atau kaum memeluk islam dengan kekerasan. Teroris bukan orang muslim
dan bukan orang yang beragama, di agama manapun tidak diajarkan untuk membunuh
orang yang tidak tau apa-apa.
Dari sudut pandang Agama Islam sendiri bahwa terorisme sangat berolak
belakang dengan ajaran yang diajarkan Rasulullah dan dinul yang diamanatkan
oleh Allah SWT. Terorisme
dengan menggunakan kekerasan, kekejaman serta kebengisan dan cara-cara lain
untuk menimbulkan rasa takut dan ngeri pada manusia untuk mencapai tujuan.
Sedangkan
Islam dengan lemah-lembut, santun, membawa khabar gembira tidak menjadikan
manusia takut dan lari, serta membawa kepada kemudahan, tidak menimbulkan
kesusahan, dan tidak ada paksaan.
Bahkan
dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa dalam peperangan pun Nabi SAW berpesan
kepada para shahabat, sabda beliau :
ياَاَيُّهَا النَّاسُ، لاَ
تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ اْلعَدُوّ، وَ اسْأَلُوا اللهَ اْلعَافِيَةَ، فَاِنْ
لَقِيْتُمُ اْلعَدُوَّ فَاصْبِرُوْا وَ اعْلَمُوْا اَنَّ اْلجَنَّةَ تَحْتَ
ظِلاَلِ السُّيُّوْفِ. البخارى و مسلم، فى نور اليقين:149-150
Hai
manusia, janganlah kamu menginginkan bertemu dengan musuh, dan mohonlah kepada
Allah agar kalian terlepas dari marabahaya. Apabila kalian bertemu dengan
musuh, maka bershabarlah dalam menghadapi mereka, dan ketahuilah bahwasanya
surga itu dibawah bayangan pedang”. [HR. Bukhari dan Muslim, dalam Nurul Yaqin
: 149-150]
Pesan
Nabi SAW tersebut menunjukkan betapa kasih sayang beliau terhadap jiwa manusia,
sekalipun dalam peperangan sedapat mungkin menghindari bertemu musuh agar tidak
terjadi marabahaya. Namun kalau terpaksa bertemu dengan musuh, jangan
takut dan jangan dihadapi dengan hawa nafsu yang melampaui batas, tetapi
hendaklah dihadapi dengan shabar dan tabah, karena surga di bawah bayangan
pedang.
Memang kedua hal tersebut
mempunyai tujuan yang berbeda. Terorisme biasanya digunakan untuk tujuan
politik, kekuasaan, sedangkan Islam bertujuan untuk menuntun manusia dalam
mencapai kebahagiaan hidupnya dengan dilandasi rasa kasih sayang hanya
semata-mata mengharap ridla Allah SWT.
Oleh karena itu rasanya
tidak berlebihan kalau ada orang yang mengatakan bahwa “politik itu kotor”,
karena dalam mencapai tujuannya dengan menghalalkan segala cara, sekalipun
dengan terorisme. Dengan demikian bagi seorang muslim haram hukumnya
mendukung, mengikuti alur politik yang menghalalkan segala cara dalam mencapai
tujuan politiknya.
Yang demikian itu bukan
berarti orang Islam tidak boleh berpolitik, tidak boleh meraih kekuasaan. Boleh
berpolitik, tetapi tidak boleh keluar dari bingkai Islam, dengan tujuan untuk
kejayaan Islam dengan mengharap ridla Allah semata-mata.
Dalam mencapai
kesuksesan cita-cita harokahnya, Rasulullah melalui cara-cara yang ditunjukkan
oleh Allah serta berusaha memenuhi persyaratan untuk memperoleh janji Allah,
karena janji Allah pasti tepat dan tidak perlu diragukan.
Dalam
berita diatas penulis salut kepada pemerintahan Irak yang pantang menyerah
untuk menyerbu kantong-kantong sarang teroris yang ada di Negara mereka. Semua
Negara di dunia termasuk AS bersama-sama menangani terorisme agar tecipta dunia
yang aman dan damai. Tidak ada lagi pertumpahan darah, tidak ada lagi perebutan
kekuasaan, tidak ada lagi terror meneror. ISIS mulai terpojok entah apa yang
akan mereka lakukan, tapi penulis berharap mereka sadar bahwa yang mereka
lakukan selama ini adalah sebuah kesalahan besar dan itu tidak dibenarkan oleh
tuhan. Meskipun, itu sulit karena entah apa yang meracuni pikiran mereka
sehingga bisa melakukan hal-hal yang tega diluar akal sehat manusia.
Berikut
cara mencegah menjamurnya paham radikal dan teroris di dunia khususnya Indonesia
:
1. Memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar
2.
Memahamkan Ilmu
Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar
3.
Meminimalisir
Kesenjangan Sosial
4.
Menjaga
Persatuan Dan Kesatuan
5.
Mendukung Aksi
Perdamaian
6.
Berperan Aktif
Dalam Melaporkan Radikalisme Dan Terorisme
7.
Meningkatkan
Pemahaman Akan Hidup Kebersamaan
8.
Menyaring
Informasi Yang Didapatkan
9. Ikut Aktif Mensosialisasikan Radikalisme Dan Terorisme
Semoga,
terror dibagian dunia manapun itu hilang dan lenyap agar tercipta bumi yang
damai dan aman. Ciptakan suasana kondusif jangan jadikan perbedaan menjadi
penghalang untuk bersatu, apabila semua sejalan menuju kearah yang sama yakni
perdamaian bukan tidak mungkin hal yang diimpikan yaitu lenyapnya teroris dari
muka bumi ini akan terwujud.
Sumber : Tribun News

Tidak ada komentar:
Posting Komentar