Kamis, 04 Juni 2015

Tugas 3 IBD



MANUSIA DAN KEGELISAHAN
PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas, sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkahlakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan dapat diketahui dari  gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan.
Seorang ahli Psikoanalisa “Sigmeund Freud” berpendapat bahwa ada 3 macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu :
1.  Kecemasaan Objektif : suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
2. Kecemasan Nerotis (Syaraf) : kecemasan yang timbul karena pengamatan tentang bahaya yang naluriah.
3.  Kecemasaan Moril : disebabkan karena pribadi seseorang.
    SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
    Apabila kita kaji, sebab – sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak – haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.


USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Kegelisahan nyatanya membuat  pikiran dan perasaan seseorang merasa tidak nyaman. Ada beberapa usaha – usaha yang perlu kita ketahui untuk mengatasi kegelisahan, diantara nya :
BERSIKAP TENANG
    Tenang merupakan sikap mengontrol perasaan menjadi rileks. Pada saat seseorang merasa gelisah, sikap tenang dapat membantu menghilangkan atau mengurangi
kegelisahan dengan me rileks kan perasaan serta fikiran.
INTROPEKSI DIRI
 
 Pada saat gelisah, intropeksi diri sangat diperlukan untuk membantu menghilangkanperasaan gelisah. Dengan adanya intropeksi diri seseorang akan mulai berfikir apa penyebab
kegelisahan nya dan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan nya tanpa harus
merasa gelisah.
BERSERAH DIRI KEPADA TUHAN
Kegelisahan terkadang membuat diri seseorang lupa akan ada nya Tuhan
yang selalu siap membantu . Apapun yang membuat kita gelisah, apabila kita
memasrahkan diri kepada tuhan kemungkinan tuhan akan memberikan jalan keluar
dari kegelisahan yang kita alami.
4.Bercerita kepada seseorang
   Apabila sedang mengalami kegelisahan, alangkah baik nya apabila seseorang dapat menceritakan permasalahan yangmembuatnya gelisah. Dengan adanya bercerita kepada seseorang, permasalahan yangsedang dialami bisa mendapatkankan pendapat ataupun saran. Jadi kemungkinan kegelisahan tidak akan bertambah dengan adanya pendapat atau saran yang diterima.
    KETERASINGAN
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata ini berasal dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang. Sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal – hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
    KESEPIAN
 Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lenggang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya. Kesepian itu akibat dari keterasingan. Keterasingan dapat disebabkan sikap buruk seperti sombong, angkuh, keras kepala, yang membuat manusia diasingkan oleh kehidupan sosialnya.
    Ketidakpastian       
 Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tanpa arah yang jelas atau tanpa usul-usul yang jelas. Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara disejumlah bidang termaksud filosofi,fisika, statistika dan lain-lain nya.
    USAHA MENGATASI KETIDAKPASTIAN
    KONSULTASI
 Untuk dapat menghilangkan atau menyembuhkan ketidakpastian tersebut tergantung kepada mental penderita bagaimana cara seorang penderita tersebut dapat  mengatasi ketidakpastian nya. Bisa dengan cara konsultasi kepada teman atau kepada seorang psikolog untuk memberikan arahan dan saran untuk menyelesaikan ketidakpastian nya.
BERPIKIR LOGIS
Dengan adanya ketidakpastian, dibutuhkan cara berpikir yang logis untuk menentukan putusan dari ketidakpastian. Berpikir yang logis dapat memudahkan dalam menemukan keputusan

REFERENSI
CD GUNADARMA

Tugas 3 IBD



MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Tanggung  jawab uga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjad bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani tanggung jawab. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan dalam lingkungan alam. Tanggung jawab adalah cirri manusia beradab (berbudaya).
MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Menuntut  kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
b)  Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
c)  Tanggung jawab terhadap masyarakat
Manusia adalah makhluk social karena membutuhkan manusia lain untuk hidup dan berkomunikasi, manusia disini sebagai anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidup dalam masyarakat tersebut.
d) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Tiap  individu adalah warga Negara suatu Negara. Dalam berpikir, berbuat,bertindak, bertingkah laku manusia terikat norma-norma atau ukuran yang dibuat Negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
e)  Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan.  Sehingga apabila ada manusia yang lalai atau tidak melaksanakan tanggung awabnya ada hukuman-hukuman dari Tuhan sesuai dengan kitab suci yang diberikan langsung dari Tuhan.
PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
PENGABDIAN
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Selain kepada keluarga kita juga harus mengabdi kepada agama dan Negara.

PENGORBANAN
Pengrobanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan. Sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyataka kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengndung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian  yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Kaena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan, antara sesama kawan, sulit dikatak pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan akibat dari pengabdian

REFERENSI
CD GUNADARMA

         

Tugas 3 IBD



MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena menentukan masa depan sesorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup dikasifikasikan berdasarkan asalnya yaotu terdiri dari 3 macam :
a.  Padangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
b.   Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
c.    Pandangan hidup asil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan idup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu, cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan.
CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yuang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain; cita-cita merupakan keinginan, harapan dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
Tiga faktor untuk menggapai cita-cita manusia itu sendiri, kondisi yang dihadapi selama mencapai cita-cita dan ketinggian cita-cita yang hendak ia capai.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-citanya ditentukan oleh kualitas manusianya.
Faktor kondisi yang mempengaruhi cita-cita, pada umumnya disebut yang menguntungkan dan yang menghambat.
Faktor tingginya cita-cita memang ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-ctianya setinggi bintang dilangit. Tetapi bagaimana faktor manusianya, mampukah yang bersangkutan mencapainya; demikian juga faktor kondisinya memungkinkan hal itu.
KEBAJIKAN
Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.
Namun  adapula kebajikan semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan, kebajikan semu ini sangat berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik, yang bermaksud mencari keuntungan diri sendiri.
Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri. Sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda.
USAHA / PERJUANGAN
Usaha / perjuangan adalahkerja keras untuk mewujudkan cita-cita, setiap manusia harus kerja keas untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus kerja keras.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani atau dengan keduanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Dalam agamapun diperintahkan untuk bekerja keras. Sebagai manau surat Ar-Ra’du ayat 11 yang artinya “Bekerjalah kamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu akan mati esok”.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi kemampuan. Karena perbedaan kemampuan terdapat perbedaan kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya.
KEYAKINAN/ KEPERCAYAAN
Ada tiga aliran filsafat yaitu aliran naturalism, intelektualisme dan aliran gabungan.
a. Aliran naturalism
Aliran ini berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Lalu mana yang benar ? yang benar adalah keyakinan.
Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agama ada dua macam yaitu :
1.   Ajaran agama dogmatis, yang disampaikan oleh Tuhan melalui Nabi-Nabi. Ajaran agama dogmatis bersifat mutlak, terdapat dalam kitab suci Al-qur’an dan Hadist. Sifatnya tetap dan tidak berubah.
2.   Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif. Termasuk kebudayaan, terdapat dalam buku-buku agama yang ditulis pemuka agama. Sifatnya berubah.
b.  Aliran Intelektualism
Dasar aliran ini adalah logika/akal. Akal berasal dari bahasa arab artinya kalbu, yangberpusat dihati sehingga timbul istilah “hati nurani”, artinya daya rasa. Dibarat hati nurani menipis, justru yang menonjol adalah akal yaitu logika berpikir. Karena itu alitan ini banyak dianut kalangan barat.
c.  Aliran  Gabungan
Dasar aliran ini adalah  gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal  dari tuhan, percaya adanya tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup maka akan timbul 2 kemungkinan pandangan hidup.
LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Adapun langkahnya sebagai berikut :
a.   Mengenal
b.   Mengerti
c.    Menghayati
d.  Meyakini
e.    Mengabdi
f.     Mengamankan

REFERENSI
CD GUNADARMA

Tugas 3 IBD



MANUSIA DAN KEADILAN
PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan adalah pengakuan dan perakuan yang serimbang antara hak dan kewajiban. Keadlian terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperolehbagian yang sama dari kekayaan bersama.
KADILAN SOSIAL
Sila kelima berbunyi : “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan social itu, diperinci perbuatan dan sikap  yang perlu dipupuk, yakni :
1.   Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana dan kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.   Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.   Sikap suka member pertolongn kepada orang yang memerlukan.
4.   Sikap suka bekerja keras.
5.   Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
BERBAGAI MACAM KEADILAN
Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hokum merupakan substansi rohain umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man beind the gun). Pendapat Plato disebut Keadilan moral. Sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan Legal.
Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diprlukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama(Justice id done when equals are treated equally).
Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertaian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseoran sesuai dengan hati nuraninya apa yan dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Juur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji yang terlampir melampaui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak.
Barangsiapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat benar.
Orang bodoh yang jujur adalah lebih baik daripada orang pandai yang lancung. Barangsiapa tidak dapat dipercaya tutur katanya, atau tidak menepati janji kesanggupannya. Termasuk golongan orang munafik sehingga tidak menerima belas kasihan Tuhan.     
KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujjuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidk sesuai dengan hati nuraninya. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan orang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak diridhoi Tuhan.
PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tidak ternilai harganya.
Ada peribahas berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati daripada malu.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya.
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak.
Ahlak itu artinya penciptaan. Oleh karena itu, tingkalh laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia. Untuk itu, orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan ahlak yang baik.
Ada tiga macam godaan derajat/pangkat, harta dan wanita. Bila tidak menguasai hawa nafsu maka ia akan terjerumus ke jurang kenistaan.
PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa. Perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.

REFERENSI
CD GUNADARMA