MANUSIA
DAN KEADILAN
PENGERTIAN
KEADILAN
Keadilan adalah pengakuan dan perakuan yang serimbang
antara hak dan kewajiban. Keadlian terletak pada keharmonisan menuntut hak dan
menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila
setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang
memperolehbagian yang sama dari kekayaan bersama.
KADILAN
SOSIAL
Sila kelima berbunyi : “Keadilan bagi seluruh rakyat
Indonesia”.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan social itu,
diperinci perbuatan dan sikap yang perlu
dipupuk, yakni :
1.
Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan
suasana dan kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.
Sikap adil terhadap sesama, menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.
Sikap suka member pertolongn kepada orang
yang memerlukan.
4.
Sikap suka bekerja keras.
5.
Sikap menghargai hasil karya orang lain yang
bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
BERBAGAI
MACAM KEADILAN
Keadilan
Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hokum merupakan
substansi rohain umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya.
Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan yang menurut sifat
dasarnya paling cocok baginya (Tha man beind the gun). Pendapat Plato disebut
Keadilan moral. Sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan Legal.
Keadilan
Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana
bilamana hal-hal yang sama diprlukan secara sama dan hal-hal yang tidak
sama(Justice id done when equals are treated equally).
Keadilan
Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat
dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas
pertaian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung
ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan
pertalian dalam masyarakat.
KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseoran
sesuai dengan hati nuraninya apa yan dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang
ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Juur
juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang
oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti
bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur
berarti juga menepati janji yang terlampir melampaui kata-kata ataupun yang
masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak.
Barangsiapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan
kenyataan, artinya orang itu berbuat benar.
Orang bodoh yang jujur adalah lebih baik daripada orang
pandai yang lancung. Barangsiapa tidak dapat dipercaya tutur katanya, atau
tidak menepati janji kesanggupannya. Termasuk golongan orang munafik sehingga
tidak menerima belas kasihan Tuhan.
KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujjuran
atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar.
Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidk
sesuai dengan hati nuraninya. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah,
tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap
sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat
disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila
ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan orang
mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi
mengumpulkan harta dengan jalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama
tidak diridhoi Tuhan.
PEMULIHAN
NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan orang hidup. Nama baik adalah
nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya
tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga
disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tidak ternilai harganya.
Ada peribahas berbunyi “daripada berputih mata lebih baik
berputih tulang” artinya orang lebih baik mati daripada malu.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku
atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah
tingkah laku atau perbuatannya.
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran
manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai
dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak.
Ahlak itu artinya penciptaan. Oleh karena itu, tingkalh
laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai
manusia. Untuk itu, orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan ahlak
yang baik.
Ada tiga macam godaan derajat/pangkat, harta dan wanita.
Bila tidak menguasai hawa nafsu maka ia akan terjerumus ke jurang kenistaan.
PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain.
Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa. Perbuatan yang seimbang, tingkah
laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan
yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang
penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
REFERENSI
CD GUNADARMA
REFERENSI
CD GUNADARMA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar