Rangkuman
Elektronika Telekomunikasi 1
BAB
5 : Amplifier Sinyal Lemah Tertala, Mixer dan Filter Aktif
1. Frekuensi
transisi gain unity adalah frekuensi dimana besarnya penguatan dengan unity,
atau 0 dB.
2. Frekuensi
transisi terlihat tidak bergantung pada Bo, dan oleh sebab itu, maka relative
konstan bagi suatu tipe transistor yang dibeikan untuk kondisi pengoperasian
tertentu.
3. Parameter
frekuensi wt paling sering ditentukan pada lembaran transistor untuk sederet
kondisi pengoperasian.
4. Untuk
menentukan waktu transisi ke depan dari persamaan frekuensi transisi, pertama
carilah kapasitans diffusinya.
5. Amplifier
Common Emitter adalah kapasitor pemblokir dc dengan reaktans yang dapat
diabaikan pada frekuensi tinggi.
6. Resistor
bias memasok arus bias ke base dan ini dapat juga dianggap mempunyai pengaruh
yang dapat diabaikan terhadap kinerja pada frekuensi tinggi, sumber sinyalnya
ditunjukan sebagai pembangkit arus ekivalen is dan Rs.
7. Kapasitas
output transistor yang ditunjukkan Cc, parallel dengan kapasitans penala rangkaian
C2 dan akan merupakan bagian dari rangkaian resonansi.
8. Untuk
menala resonansi ini, pengaruh umpan baliknya itu harus diperhitungkan. Dalam
praktek interaksi ini dengan rangkaian keluarannya dapat membuat prosedur
penalaannya menjadi ruwet.
9. Suku
admittans Yf (1-A) sering kali disebut Miller input admittans, menurut JM
Miller, yang namanya juga diberikan kepada suatu dalil yang membahas perintah
umpan balik secara umum.
10. Kapasitans
Miller harus disertakan dalam penalaan rangkaian input agar bisa beresonansi
pada ferkuensi yang sama seperti rangkaian output.
11. Respon
frekuensi rangkaian tertala input itu tidak akan merupakan yang dari rangkaian
tertala tunggal, Karena miller admittance adalah suatu fungsi frekuensi secara
umum dan sesungguhnya juga memperkenalkan suatu komponen konduktans pada
frekuensi di luar resonansi.
12. Hubungan
ke pengeluaran rangkaian tertala dapat di kopel sedemikan rupa untuk mengurangi
redaman.
13. Penguatan
daya tinggi tersedia diperlukan untuk mempertahankan factor noise rendah dengan
amplifier cascade (formula Friis).
14. Common
emitter dan common base dapat dikombinasikan untuk membentuk sebuah amplifier
yang mempunyai penguatan daya lebih stabil. Unit kombinasi ini dikenal sebagai
amplifier cascode
15. Mixer
digunakan untuk mengubah sinyal dari suatu frekuensi ke frekuensi lain.
16. Istilah
mixer pada umumnya dicadangkan untuk rangkaian yang mengubah sinyal frekuensi
radio ke suatu nilai madya dan yang memerlukan masukan dari sebuah asilator
local untuk melakukannya. Ciri umum rangkaian ini diliput dalam bagian ini.
17. Beberapa
tipe mixer tersedia dalam bentuk unit paket, dengan masukan port yang berlabel
RF dan LO dan output port berlabel IF.
18. Dalam
aplikasi penerima tertentu rangkaian osilatornya merupakan bagian tak
terpisahkan dari rangkaian mixer dan hanya masukan RF dan output IF sajalah
yang untuk dapat dikenali.
19. Rangkaian
mixer diode kedua sinyal dihubungkan secara seri dan suatu tegangan bias bisa
diberikan untuk mengoptimalkan titik kerjanya pada diode.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar