PENGUAT
VIF ( VIDEO INTERMEDIATE FREQUENCY )
A.
PENGERTIAN
Penguat
Video IF merupakan sebuah Band Pass Amplifier yang berfungsi untuk mempekuat
frekwensi menengah atau IF (Intermediate Frequency) sinyal pembawa gambar yang
berasal dari keluaran Tuner agar levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian
video detektor. Untuk sistim PAL BG seperti di Indonesia spektrum frekwensi
penguat video IF menggunakan center pada frekwensi 38.9Mhz untuk IF sinyal
pembawa gambar (video carrier) dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara (sound
carrier).
B. BAGIAN-BAGIAN VIF
1. Sirkit
penyesuai impedansi input
2. Penguat
pre-amp transistor
3. SAW
filter
4. Penguat
IF
5. AGC
(Autimatic Gain Control)
6. AFT
(Automatic Fine Tuning)
7. PLL
atau VCO video detector
8. Noise
inverter
9. Video
Indentification
1. Sirkuit
Penyesuaian Impedansi Input
Sirkit
yang tersiri dari resistor dan kapasitor atau induktor (coil) untuk
menyesuaiakan dengan impedansi output Tuner.
2. Penguat
Pre-Amp Transistor
Pemakaian
SAW filter menyebabkan terjadi kerugian level sinyal video IF atau istilah
teknisnya “insertion loss”. Sebuah
penguat Pre-amp yang menggunakan sebuah
transistor digunakan untuk meg-“kompensasi” akibat kerugian ini.
3. SAW
Filter
Merupakan
“filter band pass” yang hanya akan melewatkan frekwensi pembawa gambar dengan
center frekwensi 38.9Mhz dan sinyal pembawa suara dengan center frekwensi
33.4Mhz. Atau secara keseluruhan SAW fiter mempunyai “frekwensi respons”
(melewatkan hanya frekwensi) mulai dari 33.15 hingga 40.15Mhz. Kita patut
sangat berterima kasih dengan penemuan alat semacam ini, sebab sebelum
diketemukan SAW filter pada teve model sebelum tahun 80’an, untuk membuat
filter band pass semacam ini dibutuhkan sirkit yang terdiri 3 hingga 5 buah
macam coil yang perlu diajust pada berbagai macam frewkwnsi yang berbeda. Dan
ajustmen hanya dapat dilakukan dengan peralatan yang khusus.
A) Kelebihan
penggunaan SAW filter :
a. Dengan
SAW filter kita tidak perlu lagi melakukan adjustmen.
b. Bentuknya
kompak, kecil dan kuat tidak gampang rusak.
c. Kerjanya
stabil pada jangka yang lama.
d. dapat
memberikan kualitas gambar yang bagus
B) Kelemahan
SAW filter
SAW filter bekerja dengan cara merubah
getaran listrik frekwensi tinggi menjadi getaran mekanik akustik pada bagian
input, dan kemudian merubah kembali menjadi getaran listrik pada bagian output.
Hal ini menyebabkan terjadi kerugian level sinyal atau disebut “insertion
loos”. Oleh karena itu maka dibutuhkan satu tingkat penguat transistor untuk
mengkompensasi kerugian semacam ini.
4. Penguat
IF
Umumnya
sirkit penguat IF menggunakan tiga tingkat penguat kaskade untuk memperkuat
sinyal video IF. Sirkit menggunakan “balance input” dari SAW filter.
5. AGC
(Autimatic Gain Control)
Sinyal
gambar dimodulasikan menggunakan sistim AM (amplitudo modulasi). Oleh karena
itu cacat amplitudo akan dapat menyebabkan gambar rusak. Penguat video IF
dirancang agar keluaran dari sirkit video detektor adalah konstant sebesar 2v
pp. Padahal kekuatan sinyal RF input yang diterima oleh antena berbeda-beda
pada setiap stasiun pemancar. Jika
sinyal RF yang diterima antena terlalu kuat, maka dapat mnyebabkan sinyal
keluaran melebihi 2v pp, dan hal ini dapat menyebabkan sinkronisasi sinyal
gambar cacat atau hilang sama sekali karena terpotong (clipped). Untuk mencegah
hal ini terjadi maka digunakan sirkit AGC, yang fungsinya adalah untuk “mengurangi faktor penguatan” bagian
penguat video IF jika sinyal RF yang diterima terlalu kuat, dengan tujuan untuk
menjaga agar level keluaran sinyal video tetap terjaga konstan pada level 2v
pp. AGC bekerja dengan sistim loop umpan balik tertutup, kuat lemahnya sinyal
keluaran dari sirkit video detektor digunakan sebagai umpan balik untuk
pengendalian faktor penguatan pada bagian IF amplifier dan Tuner.
Ada 2 macam sirkuit AGC yang bekerja
pada bagian video IF :
A) IF
AGC – Merupakan sirkit internal didalam ic video IF yang berfungsi untuk
mengurangi faktor penguatan bagian sirkit penguat video IF.
B) RF
AGC – Merupakan sirkit yang bekerja eksternal.
Jika penguatan bagian penguat video IF sudah minimal tetapi sinyal yang
diterima masih terlalu kuat, maka akan bekerja eksternal AGC yang akan
mengurangi faktor penguatan bagian penerima Tuner
Ada beberapa tipe sirkuit AGC
A) Average
AGC (AGC rata-rata) – AGC diatur oleh level tegangan rata-rata sinyal video.
Hasilnya kurang bagus, sebab dipengaruhi oleh besar kecilnya level sinyal
video, padahal kuatnya sinyal RF antena tetap.
B) Peak
level AGC – AGC diatur oleh besarnya level puncak sinyal sinkronisasi. Hasilnya
lebih baik dari average AGC.
C) Delayed
AGC – atau AGC yang ditunda. Artinya jika sinyal yang diterima masih lemah
tidak terlalu kuat maka AGC belum akan aktip bekerja. AGC baru akan mulai
bekerja jika sinyal yang diterima antena sudah melebihi level yang ditentukan.
6. AFT
(Automatic Fine Tuning)
Karena
faktor kelembaban, faktor panas, faktor waktu pemakaian tv maka frekuensi
tuning pada Tuner dapat bergeser karena karakteristik komponen-komponennya yang
berubah. Dimana hal ini dapat
menyebabkan warna hilang atau suara ngeses/kemresek. Untuk menjaga problem
seperti ini terjadi maka digunakan sirkit AFT.
Jika tegangan tuning bergeser maka
akan mengakibatkan frekwensi keluaran dari tuner tidak lagi tepat pada 38.9Mhz,
misalnya keluaran menjadi 38 Mhz. Sirkit
AFT akan membandingkan frekwensi keluaran ini dengan frekuensi referensi coil
AFT yang diadjust tepat pada 38.9. Kalau ada perbedaan frekuensi sirkuit AFT
akan meng-output-kan “tegangan koreksi dc” lewat pin AFT-out ke bagian
mikrokontrol, dan mikrokontrol akan mengkoreksi tegangan tuning yang bergeser
ini sehingga frekuensi keluaran dari tuner kembali tepat pada 38.9Mhz. Jadi
tepatnya sirkit AFT berfungsi untuk menjaga keluaran dari tuner agar selalu
tepat pada frekwensi 38.9Mhz.
Pada sirkit model lama AFT masih
membutuhkan eksternal coil yang harus diadjust tepat pada frekuensi 38.9Mhz,
tetapi pada model-model baru eksternal coil
sudah tidak diperlukan lagi.
Switch AFT on-off
Pada
tv model lama terdapat manual switch “AFT on-off” pada bagian front panel. Pada
saat melakukan pemrograman chanel posisi harus “off”. Setelah selesai melakukan
pemrograman semua chanel, maka harus kembalikan lagi pada posisi “on”
Pada
tv model baru switch semacam ini sudah tidak diketemukan lagi, tetapi secara
otomatis akan dilakukan oleh mikrokontrol. Pada saat dilakukan manual/auto search
otomatis AFT pada kondisi “off”.
Nomor
Chanel yang telah dirubah dengan “Fine tuning” maka AFT otomatis akan menjadi
“off” tidak bekerja dan biasanya ditandai dengan warna nomor chanel yang
berubah menjadi kuning.
Tegangan AFT mempunyai fungsi ganda,
yaitu :
A) Menjaga
secara otomatis agar tegangan tuning selalu tepat.
B) Sebagai
sinyal kontrol saat manual/auto search agar dapat stop secara otomatis atau
dimemori secara otomatis bersama dengan sinyal “video indentifikasi”.
7. PLL
atau VCO video detector
Istilah
lainnya yang kadang digunakan untuk sirkit
ini adalah Video demodulator, Low level detector. Teve jaman kuno detektor menggunakan diode
germanium yang bekerja seperti prinsip diode penyearah. detektor semacam ini
mempunyai kelemahan dimana informasi gambar akan kehilngan deteil pada sinyal
gambar yang levelnya kecil. Sehingga saat ini video detektor menggunakan sirkit
low level detektor. Sistim kerjanya secara detail bermacam-macam tergantung
dari desain pabrikan ic tersebut.
Ada
2 macam sinyal keluaran dari sirkit video detektor, yaitu
1. Sinyal
gambar atau CVBS yang akan diproses oleh bagian video prosesor untuk
mendapatkan kembali sinyal RGB setelah melalui sirkit “sound trap
5.5Mhz”
untuk mencegah agar sinyal suara FM 5.5 tidak ikut masuk.
2. Sinyal
pembawa suara FM 5.5 Mhz yang akan diproses oleh bagian FM audio prosesor untuk
mendapakan sinyal suara (audio) setelah melalui BPF (band pass filter) 5.5Mhz
8. Noise
inverter
Sirkit
noise inverter dipasang sesudah sirkit video detektor. Digunakan untuk menghilangkan gangguan noise
frewkwnsi tinggi. yang ada pada sinyal gambar (video).
Ada 2 macam gangguan frekwensi
tinggi, yaitu
1. Black
noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna hitam.
2. White
noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna putih.
Dinamakan
noise inverter, karena pada sirkit ini untuk menghilangkan noise digunakan
sebuah sirkit inverter. Suatu sirkit filter frekuensi tinggi digunakan untuk
menyaring agar hanya frekuensi tinggi yang berisi noise saja yang dapat lewat.
Kemudian frekuensi tinggi ini phasanya dibalik 180 derajad. Sinyal frekuensi
tinggi yang phasanya dibalik ini kemudian dicampur (mixing) dengan sinyal video
yang masih mengandung noise. Hasilnya sinyal frekuensi tinggi yang phasenya
dibalik akan saling menghilangkan dengan noise frekuensi tinggi yang dibawa
sinyal video, karena phasenya berlawanan.
Maka keluaran dari noise inverter akan merupakan sinyal video yang bebas
dari noise.
9. Video
Indentification
Istilah
lainnya adalah SD (Sync Detect) atau HS (Hor Sync). Merupakan sirkit yang akan
meng-output-kan tegangan pulsa dc jika bagian penguat video IF menerima siaran
teve. Sinyal ini sebenarnya merupakan sinyal “sinkronisasi horisontal”.
Sinyal ini digunakan untuk membedakan
antara sinyal teve dari gangguan sinyal lainnya yang mungkin diterima
antena, misalnya harmonic dari siaran
amatir dan berfungsi untuk :
A) Sebagai
referensi sinyal stop pada saat manual/auto search dengan sinyal tegangan AFT.
Pada saat manual/auto search pin-video indentifikasi akan berubah sesaat dari
nol menjadi “high” ketika pas terima siaran.
B) Sebagai
kontrol sinyal video-mute (blue back). Jika tidak terima siaran maka pin-video
indentifikasi tegangannya nol. Tegangan ini diiputlan ke mikrokontrol dan
selanjutnya mikrokontrol akan melakukan audio/video muting.
Sirkuit video IF model lama belum
menggunakan sirkit semacam ini, karena model lama belum mempunyai fasilitas
manual/auto search.
Contoh pin-keluar sinyal video
indentifiction
TA8690 –
pin-21
LA76810A – pin-22
TDA8361/62 – pin-14
TB1238 – pin-31
Pada ic model baru video
indentifikasi menggunakan komunikasi lewat IC2Bus (SDA/SCL)
Mengapa pada sirkuit yang menggunakan
ic UOC (ultimate one chip) tidak menggunakn sirkuit pre-amp sebelum SAW filter.
Dengan ic UOC memungkinkan untuk
dibuat suatu penguat video IF yang sangat tinggi. Oleh karena itu kompensasi
“insertion loss” dilakukan didalam ic UOC atau istilahnya teknisnya “post
pre-amp”.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar