Jumat, 20 Maret 2015

IBD Materi 4



4.       MANUSIA DAN CINTA KASIH
A.        PENGERTIAN CINTA KASIH
“Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) saying (kepada), ataupun (rasa) angat kasih atau sangat tertarik hatinya. Dengan demikian arti cinta dan kasih hamper bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.”kamus umum bahasa Indonesia karya WJS. Poerwadarminta.
Cinta dan kasih terdapat perbedaan yaitu cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak. Tetapi, unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang. Cinta seperti itu dinamakan cinta yang pincang. Karena garis-garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi .
Lebih berat lagi bila salah satu unsur cinta itu tidak ada, sehingga tidak terbentuk segitiga, cinta yang demikian itu tidak sempurna, dan dapat disebutkan bukan cinta. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tidak dapat terpisahkan dengan kehidupannya. Ia selalu diutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia itu.
B.        CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Dalam kehidupanmanusia, cinta menampakan diri dalam bentuk. Kadang-kadang sesorangmencintai dirinya sendiri, kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Allah dan Rasulnya berbagagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Quran.
Cinta diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasi iri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia member segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya. Al-Quran telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal ghaib, tentu beliau akan memperbanya hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan bagi dirinya segala keburukan.
“Diantaranya gejala yang menunjukkan kecintaan manusia tehradap dirinya seniri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memduahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewaan hidup.” (QS, Al-“Adiyat, 100:8)
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebijakan pada mereka.
            Cina kepada sesama manusia
Manusia harus membatasi egoismenya dan membatasi cinta pada dirinya sendiri. Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya. Bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Allah ketika member isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri. Seperti yang tampak pada kelu kesahnya apabil ia tertimpa kesushahan dan usahanya yang terus meneurs untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, selain itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah.
Al-Quran juga menyeru kepada orangorang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesunggunya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebih-lebihan dalam mencintai diri sendiri.
            Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih saying, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
“Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir”. (QS; Ar-Rum, 30:21)
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat doronan seksualah terbentuk keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi ramai, bangsa-bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju.
Cinta kebapakan
Cinta kebapakan dalam Al-Quran diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang dan belas kasihan untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak :
Dan Nuh memanggil anaknya – sedang anak ituberada di tempat yang jauh terpencil - : “hai.. anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir.” (QS Yusuf, 12:84)
Biasanya cinta kebapakan Nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya. Asuhan, nasehat, dan pengarahan yang sudah diberikannya pada mereka, demi kebaikan dan kepentingan bersama.
            Cinta kepada Allah
Puncaknya manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian dan doanya saja. Tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku ditujukan kepada Allah.
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnnya. Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spritualnya dan harapan kalbunya.
            Cinta kepada Rasul
Cinta kepada Rasul yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki kedudukan ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul meruakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
Jadi, apabila kita mengaku sebagai muslim yang hakiki kita akan mengikuti sunnah-sunnah rasul dan meninggalkan apa yang tidak rasul kerjakan karena beliau lah panutan yang diutus oleh Allah.
C.        KASIH SAYANG
Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang  sadar atau tidak dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila satu unsur kasih sayang hilang, maka retaklah semua. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran akan  mengancam kebahagiaan.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam keluarga.pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
D.        KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.  Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain”  Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah ”Roro Mendut dan Prono Citro”  Yose Ortage Y. Gasset dalam novelnya “On Love” mengatakan, dikedalam sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya. Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan cinta. Kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancarkan dari sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari-jemari mereka yang bergetar.
E.         PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manuia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah kaena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan perintahnya, karenaitu ketakutan manusia selalu mendampingi dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya. Dalam surat Al-Mu’minin ayat 98 dinyatakan, “Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-Nya didekatku”.
Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.
F.         BELAS KASIHAN
Kata kasihan atau Rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), makahal itu disebut memanjakan.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah atinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan tergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang membertikan pakaian, makanan dan sebagainya.
G.        CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dipercaya.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali bukan merupakan nafsu fisi belaka, untuk meredakan ketegangan yang menyakitkan. Rupanya keinginan seksual dengan mudah dapat di dicampuri atau di stimulasi oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam.
dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan, sering kali eksklusivitas  dalam cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik, contoh sering kita jumpai separang orang-orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainya.
cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sunguh-sunguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi orang lain(wanita ataupun pria). hal ini merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah memilih jodohnya sendiri, beda halnya dengan kebudayaan barat/ zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat diterima sama sekali. cinta kasih hanya di anggap sebagai hasil suatu reaksi emosional dan spontan.
Dengan demikian, bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari perbuatan kemauan.

Referensi
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-ilmu_budaya_dasar.htm
elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab4-manusia_dan_cinta_kasih.pdf

 Soal
1.      Diantara ini yang bukan merupakan unsur cinta adalah
a.   perhatian
b.   pengertian
c.   kesetiaan
d.   kepemilikan*
2.      Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak. Tetapi, unsur  keintiman dan keterikatannya yang kurang. Disebut …
a.       Cinta utuh
b.      Cinta bertepuk sebelah tangan
c.       Cinta pincang*
d.      Cinta abadi
3.      Tujuan orang bersembahyang, yaitu
a.       Berkomunikasi dengan Tuhannya
b.      Memohon ampun atas segala dosa
c.       Dikabulkan segala doanya
d.      a, b, dan c benar*
4.      Belas kasihan terjadi atas dasar..
a.       Penderitaan yang dialami*
b.      Kekerabatan yang dekat
c.       Pangkat dalam masyarakat
d.      a, b dan c benar
5.      Cara berbelas kasihan kepada warga yang terkena musibah banjir yaitu :
a.       Membiarkan air surut
b.      Memberikan makanan dan pakaian*
c.       Tidak memperdulikannya
d.      a, b dan c benar
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar