Jumat, 20 Maret 2015

IBD Materi 2



2.         Manusia dan kebudayaan
A.        Pengertian manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
B.        Pengertian Hakekat Manusia
Hakikat Manusia adalah makhluk yang kuat, ada juga yang menyebut hakikat manusia adalah makhluk yang sempurna , ada  juga yang menyebutnya makhluk paling cerdas dari semua itu menunjukan bahwa hakikat manusia adalah mahkluk yang positif. Manusia dengan segala sifat dan karakternya, diciptakan dengan sebegitu sempurnanya. Hakikat manusia adalah sebagai berikut :
1.         Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya                         untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2.         Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah                         laku intelektual dan sosial.
3.         Mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4.         Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang     tidak pernah            selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.         Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha         untuk mewujudkan            dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat   dunia lebih      baik untuk ditempati.

                 
                C.        Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.
pada umumnya kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. namun walaupun kita sudah tahu banyak tentang kepribadian bangsa timur kita tidak bisa selalu beranggapan bahwa kebudayaan bangsa timur lebih baik dari bangsa barat. karena semua hal pasti ada sisi positif dan negatifnya. tidak ada di dunia ini yang sepenuhnya baik.
Secara garis besar kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dll.
            D.        Pengertian Kebudayaan
koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Pengertian di atas menunjukkan bahwa hampir seluruh tindakan manusia merupakan kebudayaan karena memang sangat sedikit dari tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tidak diperoleh melalui belajar. Beberapa tindakan manusia yang diperoleh dengan tanpa melalui belajar di antaranya adalah beberapa tindakan yang bersifat naluri atau refleks, beberapa tindakan akibat proses fisioplogi, atau beberapa tindakan yang dilakukan dalam keadaan kalap (membabi buta).

Ditinjau dari segi peristilahan, kata kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yakni buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti akal. Mengacu pada istilah ini, maka kebudayaan dapat diartikan dengan hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Namun demikian, ada juga ahli lain yang menganalisis bahwa kata budaya merupakan perkembangan dari kata majemuk budi-daya yang berarti daya dari budi. Atas dasar pemikiran ini, maka antara budaya dengan kebudayaan mengandung pengertian yang berbeda. Budaya merupakan daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Sedangkan kebudayaan merupakan hasil dari cipta, rasa, dan karsa.

1.      Cipta
Cipta merupakan bagian dari jiwa manusia yang bersifat abstrak yang merupakan pusat dari intelegensi manusia. Cipta inilah yang akan menghasilkan aneka macam ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia.
2.      Rasa
Rasa merupakan bagian jiwa manusia yang bersifat abstrak yang merupakan pusat dari segala macam pertimbangan keras-lemah, baik-buruk, indah-tidak indah, dan lain sebagainya. Rasa inilah yang akan menghasilkan aneka macam sistem nilai, sistem norma, estetika, untuk selanjutnya berkembang menjadi adat istiadat.
3.      Karsa
karsa merupakan bagian jiwa yang bersifat abstrak yang merupakan pusat dari segala macam kehendak dan nafsu. Kehendak sangat berfariasi dan jumlahnya sangat banyak. Semakin tinggi tingkat peradaban manusia, biasanya juga akan semakin tinggi pula kehendak yang dimilikinya. Sementara, pada masyarakat yang masih terbelakang, biasanya tidak memiliki kehendak yang bermacam-macam.
E.        Unsur-Unsur Kebudayaan

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan terdiri dari tiga wujud, yaitu: (1) wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, (2) wujud kebudayaan sebagai suatu kompkleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, dan (3) wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Wujud yang pertama disebut juga dengan kebudayaan ideal karena merupakan wujud yang bersifat abstrak karena terdapat di dalam kepala atau di dalam pikiran manusia, tidak dapat diraba maupun dilukis. Namun demikian, isi pikiran manusia tersebut dapat dituangkan dalam bentuk karangan-karangan atau buku-buku hasil karya yang dapat disimpan di perpustakaan, disk, koleksi microfilm, dan sebagainya. Alam pikiran manusia merupakan suatu sistem yang saling berkaitan satu sama lain yang dikenal dengan istilah sistem budaya atau cultural system. Istilah yang tepat dalam bahasa Indonesianya adalah adat atau adat-istiadat.

Wujud yang kedua dikenal juga dengan istilah sistem sosial atau social system. Sistem sosial merupakan suatu tindakan berpola dari manusia itu sendiri yang terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia dalam berinteraksi dan bergaul satu sama lain yang berlangsung dari waktu ke waktu. Sistem sosial ini bersifat nyata sehingga dapat diamati dan dapat didokumentasikan.

Wujud ketiga dari kebudayaan disebut juga dengan kebudayaan fisik (artifacts), yakni seluruh hasil aktivitas, hasil perbuatan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, wujud ketiga ini merupakan wujud yang paling nyata yang dapat diamati dan dapat diraba.

F.         Wujud Kebudayaan
           
                                    Wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:

1.      Wujud Gagasan 
Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat diraba atau difoto.
Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.

2.      Wujud Perilaku (Aktivitas)
Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm). Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan lemah gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.

3.      Wujud Benda Hasil Budaya
Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan-bangunan megah seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak perunggu, gerabah dan lain-lain. 

Dalam kenyataan sehari-hari ketiga wujud tersebut yaitu gagasan, perilaku dan benda hasil budaya tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi
G.        Orientasi Nilai Budaya

Kebudayaan sebagai karya mnusia yang memiliki sistem nilai.
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5 masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.         Hakekat Hidup Manusia
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
2.         Hakekat karya Manusia
Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaeanya da yang beranggapan bahwa kerya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.         Hakekat Waktu Manusia
            Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula yang masa depan.
4.         Hakekat alam manusia
                                    Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengxploitasi                            alam dan memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang                                             menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
            5.         Hakekat hubungan Manusia
                                    Dalam hal ini da yang mementingkan hubungan manusia dengan                             manusia, adapula yang berpandangan individualis.
            H.        Perubahan Kebudayaan

Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan.
Faktor-faktor internal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
·         Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku.
·         Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yang berlaku.
·         Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
·         Adanya perubahan dalam jumlah dan kondisi penduduk.
Faktor-faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
·         Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain.
·         Timbulnya peperangan.
·         Kontak dengan masyarakat lain.
I.                   Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan sangat berhubungan erat, setiap Negara mempunyai kebudayaan yang berbeda. Begitupun Indonesia yang mempunyai banyak ragam budaya. Sayangnya makin hari kebudayaan tersebut tergerus oleh budaya luar yang dikatakan serba masa kini dan tidak ketinggalan zaman. Tetapi, disitulah peran kita terhadap mahasiswa agar budaya timur tidak hilang ditelan zaman. Perbaiki budaya yang ada di Indonesia di segala aspek. Baik berkendara, membuang sampah, merokok, dan lain-lain.

Bagaimana nasib anak cucu kita apabila Negara ini tidak melestarikan budayanya, termasuk memperbaiki kebudayaan yang dulu pernah ada. Kini tidak ada lagi orang Indonesia yang ramah tamah, kejahatan terjadi dimana-mana. Kriminalitas meningkat tajam, apakah kita akan terus diam dan mensugesti diri kita untuk tidak peduli dengan keadaan yang terjadi di negeri kita ini ? saya harap tidak, karena Negara ini butuh lebih dari satu orang generasi pembeda yang mampu membangkitkan kebudayaan yang mulai memudar, kebudayaan yang tergerus oleh zaman. Mulai lah dari diri sendiri untuk menghilangkan budaya negatif dan membiasakan budaya yang positif karena dari situlah semua akan menjadi perubahan besar.

Referensi
id.wikipedia.org/wiki/Manusia
http://rangkumanmateriips.blogspot.com/2014/09/pengertian-perubahan-kebudayaan.html

Soal
1.      Yang bukan termasuk system nilai budaya internasional
a.    Hakekat Waktu Manusia
b.   Hakekat hubungan Manusia
c.    Hakekat Hidup Manusia
d.   Hakekat kebebasan Manusia*
2.      Wujud kebudayaan dibawah ini yaitu :
a.    Wujud gagasan
b.   Wujud perilaku
c.    Wujud Benda hasil budaya
d.   a, b dan c benar*
3.      Faktor internal penyebab perubahan kebudayaan
a.       Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain
b.      Timbulnya peperangan
c.       Kontak dengan masyarakat lain
d.      Adanya perubahan dalam jumlah dan kondisi penduduk*
4.      Faktor eksternal
a.       Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku
b.      Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat
c.       Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yang berlaku
d.      Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain*
5.      Kebudayaan merupakan hasil dari
a.       Cipta
b.      Rasa
c.       Karsa
d.      a, b dan c benar*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar