1.1
Ilmu
Pengetahuan
Pengertian
Pengertian ilmu pengetahuan adalah sebuah sarana
atau definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa
dimengerti oleh manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang
sesuatu. dalam kata lain dapat kita ketahui definisi arti ilmu yaitu sesuatu
yang didapat dari kegiatan membaca dan memahami benda-benda maupun peristiwa,
diwaktu kecil kita belajar membaca huruf abjad, lalu berlanjut menelaah kata-kata
dan seiring bertambahnya usia secara sadar atau tidak sadar sebenarnya kita
terus belajar membaca, hanya saja yang dibaca sudah berkembang bukan hanya
dalam bentuk bahasa tulis namun membaca alam semesta seisinya sebagai usaha
dalam menemukan kebenaran. Dengan ilmu maka hidup menjadi mudah, karena ilmu
juga merupakan alat untuk menjalani kehidupan.
Sumber-sumber
ilmu
·
Kabar yang dapat dipercaya.
·
Indera lahir maupun batin.
·
Akal berupa nalar maupun intelektual
·
Intuisi
Jenis-jenis ilmu
1.
Ilmu abadi yaitu pengetahuan yang
diberikan oleh Tuhan kepada manusia dalam bentuk kitab suci alquran dan hadist
yang disampaikan kepada manusia melalui perantara rasul sebagai utusan Tuhan,
ilmu jenis ini merupakan suatu bentuk yang sudah pasti benar dan tidak berubah serta
dapat dibuktikan dalam situasi,kondisi dan zaman apapun.
2.
Ilmu yang dicari yaitu pengetahuan
yang didapat oleh manusia sebagai hasil dari usaha mencari suatau definisi alam
semesta, ilmu jenis ini dapat berubah entah itu bertambah maupun berkurang
sesuai dengan hasil riset penemuan manusia sebagai makhluk yang dibekali akal.
sebuah ilmu bisa dianggap benar dimasa lalu namun bisa jadi sudah tidak cocok
dimasa depan ketika dilakukan penelitian baru.
Manfaat
Berikut ini adalah manfaat ilmu bagi
kehidupan manusia:
- Dengan ilmu manusia diberikan kewenangan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Hal ini tercermin dalam Al-Qur-an surat Al-Baqarah ayat 31-32
وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا
ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ
إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ , قَالُوا سُبْحَانَكَ لا عِلْمَ لَنَا إِلا مَا
عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam
nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para
Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika
kamu memang orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci
Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan
kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Ilmu dalam hal ini merupakan sebuah
jalan nyata untuk mewujudkan kehidupan dunia yang sejahtera. Dengan modal
pengetahuan tentang potensi benda-benda yang ada di dunia, manusia bisa
memanfaatkannya untuk memenuhi segala macam hajat dari mulai sandang, papan dan
pangan.
- Ilmu mengantarkan manusia kepada ma’rifatullah, sebagaimana tersirat dalam surat Al-Alaq ayat 1-5
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي
خَلَقَ , خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ , اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ , الَّذِي
عَلَّمَ بِالْقَلَمِ , عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
1.Bacalah dengan (menyebut) nama
Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah,
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan
perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq: 1-5)
c. Orang yang berilmu akan diangkat
derajatnya oleh Allah Swt sebagaimana tercermin dalam surat Al-Mujaadilah ayat
11
…يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا
مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
“…niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.”
- Orang yang berilmu tidak akan pernah menjadi atheis karena ilmu pada hakikatnya diciptakan untuk menjadikan manusia hamba yang bersyukur atau dalam tafsir jalalain agar manusia beriman kepada Allah Swt. Hal ini nampak jelas dalam Al-Qur’an surat Al-Nahl ayat 78
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ
أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ
وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari
perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”
1.2
Teknologi
Pengertian
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan
barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.Penggunaan teknologi oleh manusia
diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.
Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan
roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan
mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di
antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik
terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi
secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk
tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah
berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara.
Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak
dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam,
merugikan dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi
telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru
seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh,
meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia,
suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya
adalah tantangan norma-norma tradisional
Manfaat
Teknologi
Beberapa manfaat teknologi dalam kehidupan
manusia seperti :
·
Kebutuhan Pokok Manusia
·
Pemberdayagunaan Sumber Daya Alam
·
Sumber Daya Manusia
·
Komunikasi dan Transportasi
·
Peningkatan Kesehatan
·
Bidang Pendidikan
·
Pencapaian Kemakmuran
Dari
manfaat-manfaat teknologi di atas, antara manusia dan teknologi telah tercipta
korelasi yang sedemikian erat. Karena begitu banyak manfaat teknologi bagi
kehidupan manusia perangkat teknologi sudah menggantikan pola hubungan manusia,
menumbuhkan kedekatan atau keintiman dengan benda mati.
Dampak Perkembangan Teknologi
DAMPAK POSITIF:
Dalam Bidang Pendidikan :
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan
dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan
pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian
informasi. Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi
Informasi seakan telah menjadi pengalih fasihan buku, guru dan sistem
pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi Informasi
menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang. Namun, TIK
juga memiliki dampak positif dan negative terhadap kehidupan, salah satunya
yang menonjol adalah di bidang pendidikan.
Dalam Bidang Pemerintahan :
Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, informasi dapat disediakan 24 jam
sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor, informasi
dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor
pemerintahan. Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan
masyarakat umum, adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan
antara berbagai pihak menjadi lebih baik, keterbukaan ini menghilangkan saling
curiga dan kekesalan dari semua pihak. Pemberdayaan masyarakat melalui
informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi,
masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh,
data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan
sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk
memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih
efisien. Koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan
video conference. Untuk Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini
sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat
dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi
semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau
dua jam saja. Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah mendesak
untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan
adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem
informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk
mengakses seluruh data dan teknologi informasi terutama yang berhubungan dengan
pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan dan kemajuan
teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi hal baru dan upaya
peningkatan kinerja serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah
yang baik (good govermance).
Dalam Bidang Ekonomi :
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi. Terjadinya industrialisasi.
Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan
meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi
industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang
berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas
dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri
akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul
teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak
langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung
dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu
pergi ke toko. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk
selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan
teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan
kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya,
pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja
yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan
kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut. Kemajauan ekonomi dalam bidang
kedokteran mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi. Semakin
maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
DAMPAK
NEGATIF :
Dalam Bidang Pendidikan :
Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak
Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data
menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan. Walaupun
sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa
celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem
tersebut akan berakibat fatal. Salah satu dampak negatif televisi adalah
melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang
singkat (short span of attention). Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program
tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses
melalui compact disk. Implikasi dan permasalahan ini adalah tes psikologi yang
ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu
dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut. Penyalahgunaan
pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindakan kriminal. Kita
tahu bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi yang e-book
berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contohnya dengan ilmu
computer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos system perbangkan dan
lain-lain.
Dalam Bidang Pemerintahan :
Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang
terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government.
Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang
cracker. Biaya Walaupun politik dalam pemerintahan yang menggunakan informasi
dan teknologi dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit daripada
konvensional, namun sebelumnya untuk membuat infrastruktur dan teknisinya akan
memiliki biaya yang sangat mahal. Jangkauan akses. Harus diakui tidak semua
orang melek terhadap teknologi. Bagi warga yang berada jauh di pedalaman akan
susah untuk mengakses website, blog, atau video streaming tentang politik di
Indonesia. Transparansi. Pada beberapa negara maju, banyak yang meragukan
berita-berita negara yang diterbitkan oleh negara sendiri. Alasannya karena
yang menulis berita itu adalah negara dan penerbitnya adalah negara. Kecurigaan
akan modifikasi berita dapat terjadi. Privasi. Sebuah badan politik seperti
negara memerlukan tanggapan dari warganya. Jika negara terus meminta informasi
maka privasi dari seseorang semakin sulit untuk dijaga. Ini akhirnya menjadi
dilema, di sisi yang satu data dari masyarakat dihimpun untuk mengembangkan
kegiatan negara namun di sisi yang lain negara pun harus menjunjung tinggi hak
privasi warganya.
Dalam
Bidang Ekonomi : Dengan mudahnya melakukan transaksi di
internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang
seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba. Hal yang sering
terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang
mengakibatkan kerugian financial yang besar. Dengan kecanggihan teknologi
informasi dan komunikasi menyebabkan banyaknya terjadi kasus penipuan dalam
perdagangan online. Resistensi Membeli Secara Online. Bagi orang awam yang
belum pernah bertransaksi secara online, akan merasa janggal ketika harus bertransaksi
tanpa bertatap muka atau melihat penjualnya. Belum lagi ketakutan bila
pembayaran tak terkirim atau tak diterima. Atau barang tak dikirim, atau bahkan
barang dikirim tetapi tak diterima. Violance and Gore. Kekejaman dan kesadisan
juga banyak ditampilkan dalam dunia bisnis di internet. Karena segi bisnis dan
isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan
segala macam cara agar dapat menjual situs mereka, salah satunya dengan
menampilkan hal-hal yang tabu. Carding. Karena sifatnya yang langsung (real
time), cara belanja dengan menggunakn kartu kredit adalah cara yang paling
banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internetpun paling banyak
melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat
mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan kartu kredit) online dan
mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data
yang mereka daptkan untuk melakukan kejahatan.
Dalam
Hal yang lainnya :
Ketergantungan
:
Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus
yang diberikan oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya
seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak
mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan
bermain gamesyang ada.
Pornografi
:
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak
salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet,
pornografi pun merajalela. Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di
internet, meresahkan banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir
anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat
gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang
untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan
anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang
kemungkinan besar memiliki Perilaku Antisosial : Salah satu dampak yang dapat
ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior. Dimana
pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan
cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak
peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat menarik
perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang
berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal
dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama kelamaan, seseorang akan
sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang disekitarnya.
Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang
sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan
tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.
Perubahan
Tulisan Tangan : Dengan kemudahan dan kepraktian yang
diberikan oleh komputer, terutama dalam hal menuliskan suatu text, membuat
seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus menulis secara
manual. Akibatnya, lama kelamaan seseorang akan mengalami perubahan tulisan,
dari yang dulunya rapih, sampai akhirnya menjadi tulisan yang berantakan dan
sulit dibaca, Hal tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis
secara manual.
1.3
Ilmu
pengetahuan Teknologi dan Nilai
Ilmu pengetahuan dan teknologi
sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar perhatiannya tatkala
dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya
adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ilmu dapatlah dipandang sebagai
produk, sebagai proses, dan sebagai paradigma etika (Jujun S. Suriasumantri,
1984). Ilmu dipandang sebagai proses karena ilmu merupakan hasil dari kegiatan
sosial, yang berusaha memahami alam, manusia dan perilakunya baik secara
individu atau kelompok. Apa yang dihasilkan ilmu pengetahuan seperti sekarang
ini, merupakan hasil penalaran (rasio) secara objektif. Ilmu sebagai produk
artinya ilmu diperoleh dari hasil metode keilmuwan yang diakui secara
umum dan universal sifatnya. Oleh karena itu ilmu dapat diuji kebenarannya,
sehingga tidak mustahil suatu teori yang sudah mapan suatu saat dapat
ditumbangkan oleh teori lain. Ilmu sebagai ilmu, karena ilmu selain universal,
komunal, juga alat meyakinkan sekaligus dapat skeptis, tidak begitu saja mudah
menerima kebenaran.
Istilah ilmu diatas, berbeda
dengan istilah pengetahuan. Ilmu adalah diperoleh melalui kegiatan metode
ilmiah (epistemologi) yang merupakan pembahasan bagaimana mendapatkan
pengetahuan. Epistemologi ilmu terjamin dalam kegiatan metode ilmiah (èkegiatan
meyusun tubuh pengetahuan yang bersifat logis, penjabaran hipotesis dengan
deduksi dan verifikasi atau menguji kebenarannya secara faktual; sehingga
kegiatannya disingkat menjadi logis-hipotesis-verifikasi atau
deduksi-hipotesis-verifikasi).
Sedangkan pengetahuan
adalah pikiran atau pemahaman diluar atau tanpa kegiatan metode ilmiah,
sifatnya dapat dogmatis, banyak spekulasi dan tidak berpijak pada kenyataan
empiris. Sumber pengetahuan dapat berupa hasil pengalaman berdasarkan akal
sehat (common sense) yang disertasi mencoba-coba, intuisi (pengetahuan yang
diperoleh tanpa pembalaran) dan wahyu (merupakan pengetahuan yang diberikan
Tuhan kepada para Nabi atau UtusanNya).
I lmu
pengetahuan pada dasarnya memiliki 3 (tiga) komponen penyangga tubuh
pengetahuan yang disusunnya dimana ketiganya erat kaitannya dengan nilai moral
yaitu:
1. Ontologis (Objek Formal Pengetahuan)
Ontologis dapat diartikan hakikat
apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup wujud yang
menjadi objek penelaahannya
2. Epistemologis
Epistemologis seperti diuraikan
diatas hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan
disusun menjadi tubuh pengetahuan.
3. Aksiologis
Aksiologis adalah asas
menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral,
berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri. Dalam hal ini sikap
ilmuwan dibagi menjadi dua golongan:
1. Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat
netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun aksiologis, soal
penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah digunakan untuk
tujuan baik atau buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran itu dijunjung
tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai kemanusiaan lainnya dikorbankan demi
teknologi.
2. Golongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat
netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan dalam penggunaan
dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asa moral atau nilai-nilai.
Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi
apabila ilmu dan teknologi disalahgunakan.
Nampaknya ilmuwan golongan kedua
yang patut kita masyarakatkan sikapnya sehingga ilmuwan terbebas dari
kecenderungan “pelacuran” dibidang ilmu dan teknologi dengan mengorbankan
nilai-nilai kemanusiaan.
1.4
Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat
pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah
ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari
segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah
yang telah mapan.
Kemiskinan dapat diketahui dan
dipahami menjadi 3 cara, yaitu :
1.
Gambaran kekurangan materi, yang
biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan
pelayanan kesehatan.
Kemiskinan dalam arti ini dipahami
sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2.
Gambaran tentang kebutuhan sosial,
termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi
dalam masyarakat.
Hal ini termasuk pendidikan dan
informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal
ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang
ekonomi.
3.
Gambaran tentang kurangnya
penghasilan dan kekayaan yang memadai.
Makna "memadai" di sini
sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh
dunia.
Ciri-ciri Kemiskinan ada 5 macam
yaitu sebagai berikut :
· Mereka umumnya tidak mempunyai factor produksi sendiri
seperti tanah yang cukup, modal dan keterampilan.
· Mereka tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset
produksi dengan kekuatan sendiri. Pendapatan tidak cukup untuk memperoleh tanah
garapan atau modal usaha.
· Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD atau
SLTP. Waktu mereka tersita habis untuk mencari nafkah sehingga tidak ada waktu
untuk belajar.
· Kebanyakan mereka tinggal di pedesaan.
· Kebanyakan dari mereka yang hidup di kota, masih berusia
muda dan tidak mempunyai keterampilan yang mumpuni dan pendidikan yang layak
untuk bersaing di kota. Sehingga banyak dari mereka bekerja sebagai buruh
kasar, pedagang musiman, tukang becak, pembantu rumah tangga. Beberapa dari
mereka bahkan jadi pengangguran dan menjadi para gelandangan yang berkeliaran
di ibu kota Jakarta biasanya.
http://paulami6629.blogspot.com/2013/02/manfaat-teknologi-dalam-kehidupan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar