Selasa, 13 Maret 2018

Multimedia

Multimedia
A.   Pengertian Multimedia

MULTI [latin nouns] : banyak; bermacam-macam
MEDIUM [latin] : sesuatu  yang  dipakai  untuk menyampaikan atau membawa sesuatu
MEDIUM [American Heritage Electronic Dictionary, 1991] : alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi
Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa  media  yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio, grafik, animasi, dan video.
Beberapa definisi menurut beberapa ahli:
1. Kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996)
2. Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar dan teks (McComick, 
    1996)
3. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. 
     Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dan kawan-kawan, 2002)
4. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda, 2001)
5.   Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah:
pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan             pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
Sedangkan menurut wikipedia.org:
Multimedia is the use of several different media to convey information (text, audio, graphics, animation, video, and interactivity). Multimedia also refers to computer  data  storage   devices,   especially   those   used   to   store multimediantent.
B.    Konsep Dasar Multimedia
Menurut Hofstetter, multimedia adalah penggunaan komputer untuk menampilkan dan menggabungkan teks, grafik, audio dan video dengan menggunakan link dan alat-alat lainnya yang memungkinkan pemakai untuk mengatur dan berinteraksi, membuat dan melakukan komunikasi.
Definisi ini berisikan empat komponen yang penting untuk multimedia. Pertama, harus ada komputer untuk melakukan koordinasi apa yang dilihat dan didengar, dan yang berinteraksi dengan pengguna. Kedua harus ada hubungan yang menghubungkan informasi. Ketiga, harus ada perangkat navigasi yang memungkinkan pengguna melintasi informasi yang terkoneksi melaui web. Yang terakhir, harus ada cara bagi pengguna untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dengan ide-ide pengguna. Jika satu dari komponen ini tidak ada atau hilang, maka tidak dapat disebut sebagai multimedia.

C.   Pemanfaatan Multimedia
Adapun Pemanfaatan yang diambil dari adanya multimedia yaitu,
·         Multimedia di Rumah Tangga ( HP, Laptop, Printer, TV )
·         Multimedia Dalam Pendidikan ( Proyektor, Komputer, Printer )
·         Multimedia di Tempat Umum ( Stand alone, Kios k, Printer )
·         Multimedia Dalam Bisnis ( Vocie mail, Fax, Printer, computer )
·         Dalam Ilmu kesehatan ( Monitor, Sinar X  )
·         Pada Bidang Transformasi ( Monitor, Komputer )
·         Pada Bidang pengiriman Barang ( conveyor, printer, computer )
·         Pada Bidang Otomotif dan Jasa Konstruksi ( conveyor, printer, computer )

D.   Multimedia Dalam Pendidikan
Barangkali dunia pendidikan adalah dunia yang paling membutuhkan teknologi ini. Sistem pendidikan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) mungkin akan mencapai sasarannya dengan menggunakan teknologi ini. Para siswa dapat langsung melihat dan mendengar tentang hal-hal yang dipelajarinya. Sebagai contoh, seorang siswa membuka aplikasi multimedia sejarah. Dalam aplikasi tersebut siswa dapat memilih periode dan subjek yang akan dipelajari, kemudian dilayar tampilan akan hadir teks subjek disertai gambar, suara bahkan gambar hidup dari subjek yang dipelajari. Perhatian siswa akan lebih terpusat dan rasa ingin tahunya akan lebih terpancing untuk mempelajari hal-hal lain karena merasa tertarik akan media penyajiannya.
Anak-anak usia pra-sekolah dan TK (Taman Kanak-kanak) pun akan mendapat keuntungan dari teknologi ini. Pada usia ini anak lebih tertarik kepada gambar dan suara. Dengan bimbingan guru dan orang tua mereka dapat “menjelajahi” lebih luas dan imajinasi merekapun akan lebih berkembang. Singkat kata teknologi multimedia dapat memberikan arti baru bagi dunia pendidikan.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk susuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi teknologi informasi dan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi riil, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan nantinya berfungsi sebagai gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur Pendidikan
E.    Multimedia untuk Aplikasi  Umum
Hotel, stasiun, pusat perbelanjaan, museum dan tempat tujuan wisata akan menjadi sasaran utama dalam lingkup ini. Stand alone terminal dan kios akan tersedia ditempat-tempat tersebut guna memberikan informasi. Instalasi alat seperti ini akan mengurangi penggunaan informasi tradisional dan personilnya. Alat ini dapat bekerja sepanjang waktu, bahkan saat tengah malam, dimana tenaga konvensional tidak tersedia.
Kios  di sebuah pusat perbelanjaan dapat memberikan informasi tentang keadaan pusat perbelanjaan tersebut mulai dari denah lantai, jenis toko sampai penawaran diskon ditoko tersebut. Sebuah kios  di sebuah hotel dapat memberikan data restoran terdekat berikut foto dan suara penyanyinya, peta kota, jadwal transportasi dan tempat wisata.

Semua contoh aplikasi diatas menuju satu tujuan, yaitu penyampaian informasi yang
cepat, jelas, menarik dan efisien tanpa harus mengurangi nilai dari informasi tersebut.

F.    Internet based
Internet Based adalah suatu sistem atau proses yang menghubungkan penguna internet dengan berbagai macam sumber pengetahuan yang saling berinteraksi baik secara synchronous maupun asynchronous berbasis teknologi informasi dengan antarmuka web.

Referensi

Minggu, 08 Oktober 2017

Organisasi dan Arsitektur Komputer

AMD Kaveri A10 Pro-7350B

Sebuah perangkat komputer bekerja dengan menggabungkan fungsi-fungsi dari beberapa komponen utama dan pendukungnya, salah satunya adalah prosesor. Ada beberapa sistem prosesor yang digunakan agar performance dari sebuah PC dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan tujuan penggunaan. Sistem atau komponen tersebut diantaranya adalah CPU, GPU, dan APU.

            AMD selaku perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan dan pembuatan prosesor tentu saja memasukan salah satu dari komponen pembentuk PC tersebut dalam suatu rancangannya agar dapat bersaing dalam pangsa pasar prosesor. Salah satu andalan dari AMD dalam prosesor buatannya adalah dengan hadirnya sistem APU (accelerated proccessor unit) yang menggabungkan sistem CPU (central proccessing unit) dan GPU (graphical proccesing unit) kedalam satu chip-on board. Sistem APU ini akan memberikan keuntungan berupa kecepatan proses yang lebih tinggi dengan digabungkannya fungsi dari CPU dan GPU dalam satu chip. Untuk penggunaan khusus (seperti gaming) penggunaan APU mungkin tidak terlalu memuaskan, akan tetapi untuk penggunaan umum penggunaan APU ini sangat menjanjikan performansi yang sangat baik yang dapat mengkolaborasikan kegiatan komputasi secara umum tetapi dengan kualitas grafik yang tinggi.

Sejarah AMD

            AMD (Advanced Micro Devices, Inc) adalah perusahaan semikonduktor multinasional Amerika Serikat yang berbasis di Sunnyvale, California yang mengembangkan prosesor komputer dan teknologi yang terkait untuk pasar konsumen dan komersial. Produk yang utama termasuk mikroprosesor, chipset motherboard, embedded prosesor kartu grafis (GPU) dan prosesor untuk server, workstation dan komputer pribadi (PC), dan teknologi prosesor untuk perangkat genggam, televisi digital, mobil, konsol game, dan aplikasi lainnya yang terdapat sistem.

            AMD mulai menggebrak pasaran dengan prosesor buatannya sendiri pada tahun 1996, dengan merilis AMD K5. Sebelumnya, AMD sudah membuat prosesor seperti AM486 pada masa Intel 386 dan 486, namun masih di bawah lisensi Intel. AMD K5 ini mendapat respon yang baik. Kemudian ada AMD K6 yang dirilis pada tahun 1997, dengan kecepatan 166 dan 200MHz. Prosesor ini memang dirilis untuk diadu dengan kemampuan prosesor Intel.

            Kelebihan dari prosesor-prosesor AMD adalah kemampuannya untuk di overclock. Sama dengan AMD, setelah memproduksi prosesor X86 untuk Intel pada masa Intel 286 dan 386, Cyrix memutuskan untuk memebuat sendiri dengan merilis Cyrix 486 DX-4 untuk pertama kalinya di awal 90-an. Dilanjutkan pada tahun 1995, Cyrix merilis Cyrix 6X86, prosesor dengan kecepatan tinggi di angkatannya, yang sayangnya punya masalah pada kompatibilitas dan panas. Pada tahun 1999 Cyrix dibeli oleh VIA, perusahaan chipset asal Taiwan.

            AMD mengumumkan merger dengan ATI Technologies pada 24 Juli 2006. AMD dibayar $ 4,3 miliar dalam bentuk uang tunai dan 58 juta saham dari saham dengan total sebesar US $ 5,4 miliar. Merger selesai pada 25 Oktober 2006 dan ATI sekarang bagian dari AMD.

           AMD A10 Pro-7350B adalah prosesor quad-core ULV (Ultra Low Voltage) berdaya rendah yang berbasis pada arsitektur Kaveri. Hal itu terungkap pada bulan Juni 2014 untuk notebook dan diproduksi oleh GlobalFoundries menggunakan proses SHP 28 nm. Selain memiliki dua modul CPU dengan total empat core integer yang memiliki clock 2,3-3,3 GHz, chip AMD juga mengintegrasikan Radeon R6 GPU hingga 553 MHz dengan 384 GCN shader dan dual channel DDR3-1600 memory controller. .

Secara teknis, 7350B ini hampir identik dengan model konsumen FX-7500. Namun, AMD menjamin stabilitas dan daya tahan yang sangat tinggi untuk Pro-Series yang berorientasi bisnis.

Arsitektur

Kaveri adalah penerus arsitektur Richland 2013 (misalnya A10-5750M). Core CPU yang direvisi, dengan kode nama Steamroller, merupakan generasi ketiga dari desain Bulldozer berbasis modul. Sejumlah perubahan besar termasuk dekoder yang dimodifikasi (sekarang satu per inti integer), prediksi cabang yang dioptimalkan, dan peningkatan L1 I-cache dari 64 KB menjadi 96 KB per modul. Revisi ini meningkatkan kinerja per jam sedikit di atas APU Richland yang serupa. Untuk detail lebih lanjut tentang arsitektur AMD Kaveri, lihat analisis terperinci kami di sini:

Analisis Platform Notebook AMD Kaveri

Kinerja

Menurut tolak ukur (ditunjukkan di bawah), A10 Pro-7350B menawarkan tingkat kinerja CPU yang mirip dengan Intel Core i3-4100U berbasis Haswell. Secara keseluruhan, 7350B akan cukup untuk semua beban kerja sehari-hari (Office, browsing internet, multimedia) serta multitasking ringan.

Grafis

GPU Radeon R6 (Kaveri) dari A10 Pro-7350B memiliki jam inti hingga 553 MHz dan 384 unit shader. Karena GPU didasarkan pada arsitektur AMD GCN 1.1, DirectX 11.2 "Tier 2" dan Mantle didukung. Selanjutnya, GPU dapat digunakan untuk komputasi tujuan umum di berbagai aplikasi, seperti Adobe Photoshop melalui OpenCL API.

Dari sisi performa 3D, GPU hampir secepat GTForce GT 720M dan dapat menangani banyak permainan saat ini pada pengaturan rendah atau menengah pada resolusi WGA (W).

Konsumsi daya

Konsumsi daya seluruh APU dinilai pada 19 Watt, yang agak di atas CPU Haswell ULV dari Intel (15 W termasuk chipset). Meski demikian, A10 Pro-7350B cocok untuk notebook berukuran 12 - 13 inci atau lebih besar.


Seri
Codename
Seri: Kaveri Kaveri



















Tarif Jam
Level 2 Cache
Jumlah Cores / Threads
Maks. Konsumsi Daya (TDP = Tenaga Desain Termal)
Jumlah transistor
Teknologi Manufaktur
Ukuran Die
Fitur

GPU
Dukungan
Tanggal Pengumuman
Product Link (eksternal)
AMD Kaveri
Kaveri
AMD FX-7600P (bandingkan) 2700 - 3600 MHz 4/4
AMD A10-7400P (bandingkan) 2500 - 3400 MHz 4/4
AMD A8-7200P (bandingkan) 2400 - 3300 MHz 4/4
AMD FX-7500 (bandingkan) 2100 - 3300 MHz 4/4
»AMD A10 Pro-7350B 2100 - 3300 MHz 4/4
AMD A10-7300 (bandingkan) 1900 - 3200 MHz 4/4
AMD A8 Pro-7150B (bandingkan) 1900 - 3200 MHz 4/4
AMD A8-7100 (bandingkan) 1800 - 3000 MHz 4/4
AMD A6 Pro-7050B (bandingkan) 2200 - 3000 MHz 2/2
AMD A6-7000 (bandingkan) 2200 - 3000 MHz 2/2

2100 - 3300 MHz
4 MB
4/4
19 Watt

2410 Juta
28 nm
245 mm2
SSE (1, 2, 3, 3S, 4.1, 4.2, 4A), x86-64, AES, AVX, FMA, DDR3-1600 Controller
AMD Radeon R6 (Kaveri) (? - 553 MHz)
64 Bit 64 Bit
06/04/2014 = 1294 hari
AMD Kaveri A10 Pro-7350B

referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Advanced_Micro_Devices
http://rafii-naufal.blogspot.co.id/2017/10/organisasi-dan-arsitektur-komputer.html
http://www.amd-id.com/2014/08/amd-apu-kaveri-mobile-apu-tercanggih-untuk-notebook/
https://www.notebookcheck.net/AMD-Kaveri-A10-Pro-7350B-Notebook-Processor.117346.0.html

Selasa, 25 April 2017

Listing Program Water Level pada Tangki Air

berikut ini adalah listing program dari flowchart water level pada tangki air, menggunakan bahasa pemrograman pascal :
uses crt;
var // inisialisasi program
    A:real; // A sebagai bilangan real
Begin // memulai program
    clrscr; // mengahpus layer lcd
writeln('Masukan Sisa Jumlah Debit air Dalam Tangki :'); // memasukan sisa debit air, apaka sudah terisi atau belum.
    readln<A>; // membaca A sebagai real.
    if A <=100 then
    writeln( 'Kondisi Air Dalam tangki kosong, pompa air ON' );
    A : =A+1;
    case A of
    // kondisi dimana tangka air kosong.
    else
    if A>=200 then
writeln( 'Kondisi Air Dalam Tangki Penuh, pompa air OFF' ); // kondisi apabila tangka air sudah penuh.
    else
    writeln( 'kondisi Air Dalam Tangki belum penuh, Pompa ON' );
    A :=A+1;
    Case A of
    // untuk kondisi air dalam pengisian dan tangki air belum penuh.

end.

Rabu, 12 April 2017

Penguat VIF

PENGUAT VIF ( VIDEO INTERMEDIATE FREQUENCY )
A.    PENGERTIAN
Penguat Video IF merupakan sebuah Band Pass Amplifier yang berfungsi untuk mempekuat frekwensi menengah atau IF (Intermediate Frequency) sinyal pembawa gambar yang berasal dari keluaran Tuner agar levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian video detektor. Untuk sistim PAL BG seperti di Indonesia spektrum frekwensi penguat video IF menggunakan center pada frekwensi 38.9Mhz untuk IF sinyal pembawa gambar (video carrier) dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara (sound carrier).
B.     BAGIAN-BAGIAN VIF
1.      Sirkit penyesuai impedansi input
2.      Penguat pre-amp transistor
3.      SAW filter
4.      Penguat IF
5.      AGC (Autimatic Gain Control)
6.      AFT (Automatic Fine Tuning)
7.      PLL atau VCO video detector
8.      Noise inverter
9.      Video Indentification
1.      Sirkuit Penyesuaian Impedansi Input
Sirkit yang tersiri dari resistor dan kapasitor atau induktor (coil) untuk menyesuaiakan dengan impedansi output Tuner.
2.      Penguat Pre-Amp Transistor
Pemakaian SAW filter menyebabkan terjadi kerugian level sinyal video IF atau istilah teknisnya “insertion loss”.  Sebuah penguat Pre-amp  yang menggunakan sebuah transistor digunakan untuk meg-“kompensasi” akibat  kerugian ini.
3.      SAW Filter
Merupakan “filter band pass” yang hanya akan melewatkan frekwensi pembawa gambar dengan center frekwensi 38.9Mhz dan sinyal pembawa suara dengan center frekwensi 33.4Mhz. Atau secara keseluruhan SAW fiter mempunyai “frekwensi respons” (melewatkan hanya frekwensi) mulai dari 33.15 hingga 40.15Mhz. Kita patut sangat berterima kasih dengan penemuan alat semacam ini, sebab sebelum diketemukan SAW filter pada teve model sebelum tahun 80’an, untuk membuat filter band pass semacam ini dibutuhkan sirkit yang terdiri 3 hingga 5 buah macam coil yang perlu diajust pada berbagai macam frewkwnsi yang berbeda. Dan ajustmen hanya dapat dilakukan dengan peralatan yang khusus.
A)        Kelebihan penggunaan SAW filter :

a.       Dengan SAW filter kita tidak perlu lagi melakukan adjustmen.
b.      Bentuknya kompak, kecil dan kuat tidak gampang rusak.
c.       Kerjanya stabil pada jangka yang lama.
d.      dapat memberikan kualitas gambar yang bagus
B)        Kelemahan SAW filter
SAW filter bekerja dengan cara merubah getaran listrik frekwensi tinggi menjadi getaran mekanik akustik pada bagian input, dan kemudian merubah kembali menjadi getaran listrik pada bagian output. Hal ini menyebabkan terjadi kerugian level sinyal atau disebut “insertion loos”. Oleh karena itu maka dibutuhkan satu tingkat penguat transistor untuk mengkompensasi kerugian semacam ini.
4.      Penguat IF
Umumnya sirkit penguat IF menggunakan tiga tingkat penguat kaskade untuk memperkuat sinyal video IF. Sirkit menggunakan “balance input” dari SAW filter.
5.      AGC (Autimatic Gain Control)
Sinyal gambar dimodulasikan menggunakan sistim AM (amplitudo modulasi). Oleh karena itu cacat amplitudo akan dapat menyebabkan gambar rusak. Penguat video IF dirancang agar keluaran dari sirkit video detektor adalah konstant sebesar 2v pp. Padahal kekuatan sinyal RF input yang diterima oleh antena berbeda-beda pada setiap stasiun pemancar.  Jika sinyal RF yang diterima antena terlalu kuat, maka dapat mnyebabkan sinyal keluaran melebihi 2v pp, dan hal ini dapat menyebabkan sinkronisasi sinyal gambar cacat atau hilang sama sekali karena terpotong (clipped). Untuk mencegah hal ini terjadi maka digunakan sirkit AGC, yang fungsinya adalah  untuk “mengurangi faktor penguatan” bagian penguat video IF jika sinyal RF yang diterima terlalu kuat, dengan tujuan untuk menjaga agar level keluaran sinyal video tetap terjaga konstan pada level 2v pp. AGC bekerja dengan sistim loop umpan balik tertutup, kuat lemahnya sinyal keluaran dari sirkit video detektor digunakan sebagai umpan balik untuk pengendalian faktor penguatan pada bagian IF amplifier dan Tuner.

Ada 2 macam sirkuit AGC yang bekerja pada bagian video IF :

A)    IF AGC – Merupakan sirkit internal didalam ic video IF yang berfungsi untuk mengurangi faktor penguatan bagian sirkit penguat video IF.
B)    RF AGC – Merupakan sirkit yang bekerja eksternal.  Jika penguatan bagian penguat video IF sudah minimal tetapi sinyal yang diterima masih terlalu kuat, maka akan bekerja eksternal AGC yang akan mengurangi faktor penguatan bagian penerima Tuner
Ada beberapa tipe sirkuit AGC

A)    Average AGC (AGC rata-rata) – AGC diatur oleh level tegangan rata-rata sinyal video. Hasilnya kurang bagus, sebab dipengaruhi oleh besar kecilnya level sinyal video, padahal kuatnya sinyal RF antena tetap.
B)    Peak level AGC – AGC diatur oleh besarnya level puncak sinyal sinkronisasi. Hasilnya lebih baik dari average AGC.
C)    Delayed AGC – atau AGC yang ditunda. Artinya jika sinyal yang diterima masih lemah tidak terlalu kuat maka AGC belum akan aktip bekerja. AGC baru akan mulai bekerja jika sinyal yang diterima antena sudah melebihi level yang ditentukan.
6.      AFT (Automatic Fine Tuning)
Karena faktor kelembaban, faktor panas, faktor waktu pemakaian tv maka frekuensi tuning pada Tuner dapat bergeser karena karakteristik komponen-komponennya yang berubah.  Dimana hal ini dapat menyebabkan warna hilang atau suara ngeses/kemresek. Untuk menjaga problem seperti ini terjadi maka digunakan sirkit AFT.
Jika tegangan tuning bergeser maka akan mengakibatkan frekwensi keluaran dari tuner tidak lagi tepat pada 38.9Mhz, misalnya keluaran menjadi 38 Mhz.  Sirkit AFT akan membandingkan frekwensi keluaran ini dengan frekuensi referensi coil AFT yang diadjust tepat pada 38.9. Kalau ada perbedaan frekuensi sirkuit AFT akan meng-output-kan “tegangan koreksi dc” lewat pin AFT-out ke bagian mikrokontrol, dan mikrokontrol akan mengkoreksi tegangan tuning yang bergeser ini sehingga frekuensi keluaran dari tuner kembali tepat pada 38.9Mhz. Jadi tepatnya sirkit AFT berfungsi untuk menjaga keluaran dari tuner agar selalu tepat pada frekwensi 38.9Mhz.
Pada sirkit model lama AFT masih membutuhkan eksternal coil yang harus diadjust tepat pada frekuensi 38.9Mhz, tetapi pada model-model baru eksternal coil  sudah tidak diperlukan lagi.

Switch AFT on-off

Pada tv model lama terdapat manual switch “AFT on-off” pada bagian front panel. Pada saat melakukan pemrograman chanel posisi harus “off”. Setelah selesai melakukan pemrograman semua chanel, maka harus kembalikan lagi pada posisi “on”
Pada tv model baru switch semacam ini sudah tidak diketemukan lagi, tetapi secara otomatis akan dilakukan oleh mikrokontrol. Pada saat dilakukan manual/auto search otomatis AFT pada kondisi “off”.
Nomor Chanel yang telah dirubah dengan “Fine tuning” maka AFT otomatis akan menjadi “off” tidak bekerja dan biasanya ditandai dengan warna nomor chanel yang berubah menjadi kuning.

Tegangan AFT mempunyai fungsi ganda, yaitu :
A)    Menjaga secara otomatis agar tegangan tuning selalu tepat.
B)    Sebagai sinyal kontrol saat manual/auto search agar dapat stop secara otomatis atau dimemori secara otomatis bersama dengan sinyal “video indentifikasi”.

7.      PLL atau VCO video detector
Istilah lainnya yang kadang digunakan untuk sirkit  ini adalah Video demodulator, Low level detector.  Teve jaman kuno detektor menggunakan diode germanium yang bekerja seperti prinsip diode penyearah. detektor semacam ini mempunyai kelemahan dimana informasi gambar akan kehilngan deteil pada sinyal gambar yang levelnya kecil. Sehingga saat ini video detektor menggunakan sirkit low level detektor. Sistim kerjanya secara detail bermacam-macam tergantung dari desain pabrikan ic tersebut.
Ada 2 macam sinyal keluaran dari sirkit video detektor, yaitu
1.      Sinyal gambar atau CVBS yang akan diproses oleh bagian video prosesor untuk mendapatkan kembali sinyal RGB setelah melalui sirkit “sound trap
5.5Mhz” untuk mencegah agar sinyal suara FM 5.5 tidak ikut masuk.

2.      Sinyal pembawa suara FM 5.5 Mhz yang akan diproses oleh bagian FM audio prosesor untuk mendapakan sinyal suara (audio) setelah melalui BPF (band pass filter) 5.5Mhz

8.      Noise inverter
Sirkit noise inverter dipasang sesudah sirkit video detektor.  Digunakan untuk menghilangkan gangguan noise frewkwnsi tinggi. yang ada pada sinyal gambar (video).

Ada 2 macam gangguan frekwensi tinggi, yaitu
1.      Black noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna hitam.
2.      White noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna putih.

Dinamakan noise inverter, karena pada sirkit ini untuk menghilangkan noise digunakan sebuah sirkit inverter. Suatu sirkit filter frekuensi tinggi digunakan untuk menyaring agar hanya frekuensi tinggi yang berisi noise saja yang dapat lewat. Kemudian frekuensi tinggi ini phasanya dibalik 180 derajad. Sinyal frekuensi tinggi yang phasanya dibalik ini kemudian dicampur (mixing) dengan sinyal video yang masih mengandung noise. Hasilnya sinyal frekuensi tinggi yang phasenya dibalik akan saling menghilangkan dengan noise frekuensi tinggi yang dibawa sinyal video, karena phasenya berlawanan.  Maka keluaran dari noise inverter akan merupakan sinyal video yang bebas dari noise.

9.      Video Indentification
Istilah lainnya adalah SD (Sync Detect) atau HS (Hor Sync). Merupakan sirkit yang akan meng-output-kan tegangan pulsa dc jika bagian penguat video IF menerima siaran teve. Sinyal ini sebenarnya merupakan sinyal “sinkronisasi horisontal”.
Sinyal ini digunakan untuk membedakan antara sinyal teve dari gangguan sinyal lainnya yang mungkin diterima antena,  misalnya harmonic dari siaran amatir dan berfungsi untuk :

A)    Sebagai referensi sinyal stop pada saat manual/auto search dengan sinyal tegangan AFT. Pada saat manual/auto search pin-video indentifikasi akan berubah sesaat dari nol menjadi “high” ketika pas terima siaran.
B)    Sebagai kontrol sinyal video-mute (blue back). Jika tidak terima siaran maka pin-video indentifikasi tegangannya nol. Tegangan ini diiputlan ke mikrokontrol dan selanjutnya mikrokontrol akan melakukan audio/video muting.

Sirkuit video IF model lama belum menggunakan sirkit semacam ini, karena model lama belum mempunyai fasilitas manual/auto search.

Contoh pin-keluar sinyal video indentifiction

TA8690   –  pin-21
LA76810A – pin-22
TDA8361/62 –  pin-14
TB1238  – pin-31

Pada ic model baru video indentifikasi menggunakan komunikasi lewat IC2Bus (SDA/SCL)
Mengapa pada sirkuit yang menggunakan ic UOC (ultimate one chip) tidak menggunakn sirkuit pre-amp sebelum SAW filter.
Dengan ic UOC memungkinkan untuk dibuat suatu penguat video IF yang sangat tinggi. Oleh karena itu kompensasi “insertion loss” dilakukan didalam ic UOC atau istilahnya teknisnya “post pre-amp”.


Referensi
1.       MEMAHAMI CARA KERJA BAGIAN PENGUAT VIDEO IF | teknik elektronika gmelektronika68.wordpress.com
2.       Rangkaian Penguat Sinyal Video | Rangkaian Elektronika www.rangkaianelektronika.org