Sabtu, 05 November 2016

Tugas 3 Ekonomi Teknik



A.    Istilah-istilah yang digunakan pada Nilai Ekuivalen
1.      Present Worth Method (PW)
Present Worth adalah nilai ekuivalen pada saat sekarang (waktu 0). Metode PW ini seringkali dipakai terlebih dahulu daripada metode lain karena biasanya relatif lebih mudah menilai suatu proyek pada saat sekarang.

Fixed Input - Maximize the PW of Benefit
Fixed Output - Minimize the PW of Cost
Neither input nor output is fixed - Maximize (PW of Benefit – PW of Cost) or Maximize NPW

Rumus
PW = F0 (1+i)0 + F1(1+i)-1 + F2(1+i)-2 +…………..+ Fk(1+i)-k + FN(1+i)-N
Dimana      :           i = suku bunga yang berlaku, per-copounding period
                              k = indeks untuk setiap compounding periods ( 0 < k < N )
                              N = jumlah compounding periods
                              Fk = future cash flow pada akhir periode k
Contoh kasus
Suatu investasi sebesar $10,000.00 dapat ditanamkan pada sebuah proyek yang akan memberikan pendapatan tahunan sebesar $5,300.00 selama 5 tahun dan kemudian memberikan nilai sisa sebesar $2,000.00. pengeluaran tahunan untuk operasi dan pemeliharaan sebesar $3,000.00/tahun. Perusahaan tersebut bersedia menanamkan investasi apa saja yang mendapatkan keuntungan 10%/tahunnya. tentukan apakah proyek tersebut merupakan proyek yang memenuhi kriteria dari investasi perusahaan tersebut ?

Jawab  :


Present Worth (PW)
outflows
Inflows
Pendapatan tahunan : $5300 (P/A,10%,5)
Nilai Sisa : $2000 (P/A,10%,5)
Investasi
Pengeluaran Tahunan :$3000 (P/A,10%,5)
Total



-$10,000.00
-$11,370.00

-$21,370.00
$20,125.00

$ 1,245.00



$21,370.00

Net PW (NPW) = $21,370 - $21,370 = $0
Jadi, memenuhi kriteria

2.      Annual Worth Method (AW)
Annual Worth Analysis Metode Annual Worth (AW) atau disebut juga
Annual Equivalent yaitu metode dimana aliran kas masuk dan kas keluar didistribusikan dalam
sederetan nilai uang tahunan secara merata (sama besar), setiap periode waktu sepanjang
umur investasi, pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan
(MARR).

Rumus :
AW = R - E - CR
Dimana :   R         = Pendapatan Tahunan
                  E          = Pengeluaran Tahunan
                  CR       = Capital Recovery (pengembalian Tahunan)
AW > 0 è Layak
CR = P(A/P,i%N) – S(A/F,i%,N)
Dimana :   P          = Nilai investasi awal proyek
                  N         = Waktu hidup proyek
                  S          = Nilai sisa pada akhir hidup proyek

Contoh kasus

Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan annual worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaiannya:
AW = 40000000(A/F,12%,8) – 30000000(A/P,12%,8) + 1000000
AW = 40000000(0,08130) – 30000000(0,20130) + 1000000
AW = -1787000
Oleh karena AW yang diperoleh < 0, maka pembelian peralatan baru tidak menguntungkan.
Usia Pakai Semua Alternatif Sama
Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan:
Mesin
Harga Beli (Rp.)
Keuntungan per Tahun (Rp.)
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)



X
2500000
750000
1000000

Y
3500000
900000
1500000

Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X
AW X = 1000000(A/F,15%,8) – 2500000(A/P,15%,8) + 750000
AW X = 1000000(0,07285) – 2500000(0,22285) + 750000
AW X = 265725
Mesin Y
AW Y = 1500000(A/F,15%,8) – 3500000(A/P,15%,8) + 900000
AW Y = 1500000(0,07285) – 3500000(0,22285) + 900000
AW Y = 229300
AW mesin X, Rp. 265.725, lebih besar daripada AW mesin Y, Rp.229.300. Pilih mesin X.
3.      Future Worth Method (FW)
Dasarnya sama dengan Present Worth atau Annual Worth, hanya saja semua nilai ditariknya ke waktu future (masa yang akan datang).
Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan. Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki FW ≥ 0.
Contoh Kasus
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaian:
FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8)  – 30000000(F/P,12%,8)
NPV = 40000000 + 1000000(12,29969) – 30000000(2,47596)
NPV = -21.979.110
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan.
Usia Pakai Sama dengan Periode Analisis
Jika terdapat lebih dari satu alternatif usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan menggunakan periode analisis yang sama dengan usia pakai alternatif.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan:
Mesin
Harga Beli (Rp.)
Keuntungan per Tahun (Rp.)
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)



X
2500000
750000
1000000

Y
3500000
900000
1500000

Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X:
FW X = 750000(F/A,15%,8) + 1000000 – 2500000(F/P,15%,8)
FW X = 750000(13,72682) + 1000000 – 2500000(3,05902)
FW X = 3647565
Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,8) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,8)
FW Y = 900000(13,72682) + 1500000 – 3500000(3,05902)
FW Y = 3147568
Kesimpulan: pilih mesin X.

Referensi
Ebook Gunadarma Ekonomi Teknik




Tugas 4 Ekonomi Teknik



Contoh kasus IRR ( Internal Rate of Return ) dan NPV ( Net Present Value ), arus kas setiap tahun jumlahnya tidak sama.




Perusahan Ziddan sedang mempertimbangkan suatu usulan proyek investasi
senilai Rp. 150.000.000, umur proyek diperkirakan 5 tahun tanpa nilai sisa.
Arus kas yang dihasilkan :



Tahun 1 adalah Rp. 60.000.000



Tahun 2 adalah Rp. 50.000.000



Tahun 3 adalah Rp. 40.000.000



Tahun 4 adalah Rp. 35.000.000



Tahun 5 adalah Rp. 28.000.000



Jika diasumsikan RRR = 10 % berapakah IRR?




Jawab :
Dicoba dengan faktor diskonto 16%

Tahun 1 arus kas = Rp.60.000.000 x 0,8621
 Rp.51.726.000
Tahun 2 arus kas = Rp.50.000.000 x 0,7432
Rp37.160.000
Tahun 3 arus kas = Rp.40.000.000 x 0,6417
Rp25.668.000
Tahun 4 arus kas = Rp.35.000.000 x 0,5523
Rp19.330.500
Tahun 5 arus kas = Rp.28.000.000 x 0,6419
Rp17.973.200
Total PV
Rp100.131.700
Investasi Awal
Rp150.000.000
Net Present Value
-Rp49.868.300

Dicoba dengan faktor diskonto 10%

Tahun 1 arus kas = Rp.60.000.000 x 0,9090
54540000
Tahun 2 arus kas = Rp.50.000.000 x 0,8264
Rp41.320.000
Tahun 3 arus kas = Rp.40.000.000 x 0,7513
Rp30.052.000
Tahun 4 arus kas = Rp.35.000.000 x 0,6830
Rp23.905.000
Tahun 5 arus kas = Rp.28.000.000 x 0,6209
Rp17.385.200
Total PV
Rp167.202.200
Investasi Awal
Rp150.000.000
Net Present Value
Rp17.202.200


Perhitungan interpolasi :

Selisih Bunga
Selisih PV
Selisih PV dengan Investasi Awal
10%
Rp167.202.200
Rp167.202.200
16%
Rp100.131.700
Rp150.000.000
6%
Rp67.070.500
Rp17.202.200

IRR=
10% + (Rp.17.202.200/Rp. 67.070.500) x 6 %
IRR=
11,5388 %

Kesimpulan:


Usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima, karena IRR > 10%






Referensi