Selasa, 14 Oktober 2014

Ilmu Sosial Dasar tugas1 penduduk masyarakat dan kebudayaan

Nama : Muhammad Zidni Tsawab
NPM : 17414610
Kelas : 1IB05

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-  aspek kehidupan yang meliputi aspek, sosial, politik, ekonomi, kebudayaan dan sebagainya. Dengan hal yang seperti itu, maka dapat menyebabkan bertambahnya mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.

A. Pengertian Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah pada waktu tertentu yang terus meningkat setiap tahunnya.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi pada umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Misalnya: dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, dan sebagainya. disamping itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas tersebut, maka akan timbullah masalah- masalah. Seperti meningkatnya angka pengangguran, menambah tingkat kemiskinan, banyak anak putus sekolah serta timbulnya kriminalitas.
 Penambahan/pertumbuhan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor- faktor demografi sebagai berikut :
1. Kematian ( Mortalitas )
2. Kelahiran ( Fertilitas )
3. Migrasi
            Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.

1. Kematian
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi disini hanya dijelaskan dua jenis kematian saja yaitu :

a. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/ CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Seperti Rumus berikut :

CDR = Jumlah kematian/Jumlah penduduk pertengahan th. x 1.000

atau :

CDR = D/ Pm  K

D = Jumlah Kematian                 
Pm  =  Jumlah penduduk per pertengahan tahun
K   = Konstanta = 1.000
            Jadi jumlah penduduk yang mewakilii suatu tahun tertentu ialah penduduk pada bulan juni.

Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

1. Pm  = 1/2 (P1 + P2)

2. Pm  = P1 + (P2-P1)/2

3. Pm  = P2 – (P2-P1)/2

Pm = Jumlah penduduk pertengahan tahun
P1 = Jumlah penduduk pada awal tahun
P2 = Jumlah penduduk pada akhir tahun

Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember  1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
                                                                                    
1/2 (550+650) = 600 orang.

Apabila pada tahun 1981 di daerah X ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :
                                                                                   
 CDR = 12/600 x 1000 = 20
            
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian/jumlah yang meninggal 20 orang.
b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
            Kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Umpama laki- laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki- laki berusia 24 tahun. Orang laki- laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinan untuk mati daripada istri mereka yang berada di rumah.
            Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Specific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Kematian jenis ini dapat dibuat rumus :

ASDRi = Di/Pmi   x  K
D1 = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i.
K = Konstanta (=1000)

2. Kelahiran Hidup
Fertilitas (Kelahiran hidup) adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Tinggi rendahnya kelahiran dalam suatu/sekelompok penduduk erat hubungannya dan tergantung pada  : struktur umur, alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita, serta pembangunan ekonomi. Tingkat kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR). Tingkat kelahiran kasar adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.

Rumusnya :
CBR = Jumlah lahir hidup/Jumlah penduduk pada pertengahan th.  X 1.000

Atau :  

BCDR = b/Pm    K 
 b = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
            Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
            K = Konstanta (1000)

General Fertility Rate (GFR) / Angka Kelahiran Umum

GFR adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15-44 tahun atau 15-49 tahun.
            Jadi untuk menghitung angka kelahiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif / subur.

Rumus :

GFR = Juml. kelahiran hidup per th. tertentu/Juml. Wanita usia subur pd pertengahan th.  x   1.000

atau :

BGFR =   B/Fm(15-44)tahun  x  K

atau :

BGFR =  B/Fm(15-49) x  K

B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun
K = Konstanta (=1000)
            Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49) tahun sekitar 23530 ribu dan jumlah kelahiran sekitar 2985 ribu sehingga : 

GFR = 2985/23530 x 1.000 = 127
 3. MIGRASI
 migrasi adalah gerakan atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi batas wilayah tertentu.

MACAM-MACAM MIGRASI
berdasarkan niat atau tujuan pelakunya untuk menetap atau tidak, migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. migrasi permanen
maksudnya yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di daerah yang dituju. contoh migrasi permanen yaitu transmigrasi, urbanisasi, emigrasi, imigrasi, dan sebagainya.
b. migrasi non permanen (sirkuler)
migrasi silkuler atau non permanen yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan tidak menetap. Waktunya bisa sehari, artinya pagi pergi atau berangkat pindah sore pulang. Namun bisa juga migrasi silkuler ini memakan waktu beberapa hari, minggu atau bulan.

berdasarkan ruang lingkup gerakan atau perpindahanya migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Migrasi Internasional
adalah perpindahan penduduk yang dilakukan dengan melintasi batas wilayah negara atau antarnegara dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
migrasi internasional berdasarkan arah gerakan atau perpindahanya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1) Imigrasi, yaitu perpindahan penduduk di luar negeri masuk ke dalam wilayah suatu wilayah negara tertentu untuk menetap.
2) Emigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke luar atau ke negara lain dengan tujuan menetap.
3) Repatriasi (remigrasi), yaitu perpindahan penduduk dari negari lain kembali ke negara asalnya.

b. Migrasi Nasional

yaitu gerakan atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi wilayah provinsi atau kabupaten dalam satu wilayah negara.
beberapa contoh jenis migrasi nasional antara lain :
1) Transmigrasi
pengertian transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kurang padat dalam satu wilayah negara
2) Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari daerah pedesaan atau daerah tepian kota ke daerah perkotaan untuk tujuan tertentu.

 B. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
   
1. MENJELASKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI
    INDONESIA
Bedasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoric, bahwa zaman batu terbagi dalam :
A.    Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Kapak-kapak tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan.Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena perkembangannya muncul bahasa melayu yang nantinya di negara Indonesia berkembang menjadi bahasa Indonesia
B.     Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Ciri – ciri zaman batu muda :
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3.Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu
Hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ini adalah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia sebelum memasuki zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya dan penting bagi perkembangan kebudayaan Indonesia selanjutnya

C.  KEBUDAYAAN BARAT
  1. MENJELASKAN KEBUDAYAAN BARAT
kebudayaan Barat, yang sedang naik-daun dan berkelindan dengan problematika kehidupan manusia. Kebudayaan Barat adalah sebuah kebudayaan yang dipromosikan lewat globalisasi. Sebuah kebudayaan yang ternyata bersifat kontradiktif antara unsur kebudayaan yang satu dengan yang lainnya
Kondisi ini dapat dilihat dari peperangan yang terjadi antara keyakinan dengan sains, keyakinan dengan filsafat, keyakinan dengan seni, keyakinan dengan ekonomi, politik dengan moralitas, moralitas dengan ekonomi, dan lain-lain.
Dapat dilihat, bahwa merupakan suatu hal yang
umum diketahui bahwa kondisi tersebut wajar terjadi. Dan bahkan kerap digeneralisir kepada seluruh kebudayaan yang ada di seluruh pelosok bumi.Sehingga muncul anggapan yang naif akibat pencitraan dan kegelapan mata, bahwa sangat sulit untuk menyatukan atau menghentikan peperangan tersebut.

Inilah penyebab yang mungkin membuat Barat membuat sebuah mekanisme pelumpuhan kemampuan mendominasi atau menyerang kepada unsur kebudayaan lain. Lewat pencitraan bahwa di balik segala sesuatu ada kekuasaan, relativitas kebenaran, teologi global, pluralisme agama, anarkis metodologis, Hak Asasi Manusia, dan masih banyak lainnya.Dan usaha tersebut sudah menampakkan pengaruhnya dalam kehidupan seluruh manusia yang terjangkau oleh globalisasi.
Hal lain yang terjadi adalah munculnya sebuah kondisi inferior tentang dua hal dalam kebudayaan yaitu, keyakinan dan moralitas.

Referensi :


http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-mkdu_isd.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar