NPM : 17414610
Kelas : 1IB05
Pertumbuhan
penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek- aspek kehidupan yang meliputi aspek, sosial,
politik, ekonomi, kebudayaan dan sebagainya. Dengan hal yang seperti itu, maka
dapat menyebabkan bertambahnya mata pencaharian hidup dari homogen menjadi
kompleks.
A.
Pengertian Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah pada waktu tertentu yang
terus meningkat setiap tahunnya.
Pertumbuhan
penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi
pada umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Misalnya: dengan bertambahnya
penduduk berarti pula harus bertambah pula bahan makanan, perumahan, kesempatan
kerja, dan sebagainya. disamping itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat
diimbangi dengan pertambahan fasilitas tersebut, maka akan timbullah masalah-
masalah. Seperti meningkatnya angka pengangguran, menambah tingkat kemiskinan,
banyak anak putus sekolah serta timbulnya kriminalitas.
Penambahan/pertumbuhan penduduk di suatu daerah atau negara pada
dasarnya dipengaruhi oleh faktor- faktor demografi sebagai berikut :
1.
Kematian ( Mortalitas )
2.
Kelahiran ( Fertilitas )
3.
Migrasi
Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut
diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang
menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan
dalam tiap 1000 penduduk.
1.
Kematian
Ada beberapa tingkat kematian.
Akan tetapi disini hanya dijelaskan dua jenis kematian saja yaitu :
a.
Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/ CDR)
Tingkat
kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per
jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Seperti Rumus berikut :
CDR = Jumlah kematian/Jumlah penduduk pertengahan th. x 1.000
atau :
CDR = D/ Pm K
D = Jumlah Kematian
Pm =
Jumlah penduduk per pertengahan tahun
K = Konstanta = 1.000
Jadi jumlah penduduk yang mewakilii suatu tahun tertentu
ialah penduduk pada bulan juni.
Penduduk pertengahan tahun ini
dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :
1. Pm = 1/2 (P1 + P2)
2. Pm = P1 + (P2-P1)/2
3. Pm = P2 – (P2-P1)/2
Pm = Jumlah penduduk
pertengahan tahun
P1 = Jumlah penduduk
pada awal tahun
P2 = Jumlah penduduk
pada akhir tahun
Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember
1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka
jumlah jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
1/2
(550+650) = 600 orang.
Apabila pada tahun 1981 di
daerah X ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :
CDR
= 12/600 x 1000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk
terdapat kematian/jumlah yang meninggal 20 orang.
b.
Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur,
jenis kelamin, dan pekerjaan. Umpama laki- laki berusia 85 tahun mempunyai
kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki- laki berusia 24 tahun. Orang
laki- laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinan untuk mati
daripada istri mereka yang berada di rumah.
Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan
tingkat kematian menurut umur (Specific Death Rate). Dengan tingkat kematian
ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Kematian jenis ini dapat dibuat rumus
:
ASDRi = Di/Pmi
x
K
D1 = Kematian
penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk
pada pertengahan tahun kelompok umur i.
K = Konstanta (=1000)
2.
Kelahiran Hidup
Fertilitas
(Kelahiran hidup) adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau
sekelompok wanita. Tinggi rendahnya kelahiran dalam suatu/sekelompok penduduk
erat hubungannya dan tergantung pada :
struktur umur, alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status
pekerjaan wanita, serta pembangunan ekonomi. Tingkat kelahiran kasar (Crude
Birth Rate/CBR). Tingkat kelahiran kasar adalah jumlah kelahiran hidup pada
suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun
tersebut.
Rumusnya :
CBR = Jumlah lahir hidup/Jumlah penduduk pada pertengahan
th. X 1.000
Atau :
BCDR = b/Pm K
b =
Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm =
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K =
Konstanta (1000)
General Fertility Rate (GFR) / Angka Kelahiran Umum
GFR adalah
angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita
yang berumur produktif antara 15-44 tahun atau 15-49 tahun.
Jadi untuk
menghitung angka kelahiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif
/ subur.
Rumus :
GFR = Juml. kelahiran hidup per th. tertentu/Juml. Wanita usia
subur pd pertengahan th. x 1.000
atau :
BGFR = B/Fm(15-44)tahun x K
atau :
BGFR = B/Fm(15-49)
x K
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu
tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan
tahun
K = Konstanta (=1000)
Di
Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49) tahun sekitar 23530 ribu dan
jumlah kelahiran sekitar 2985 ribu sehingga :
GFR = 2985/23530 x 1.000 = 127
3. MIGRASI
migrasi adalah gerakan atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi batas wilayah tertentu.
MACAM-MACAM MIGRASI
berdasarkan niat atau tujuan pelakunya untuk menetap atau tidak, migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. migrasi permanen
maksudnya yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di daerah yang dituju. contoh migrasi permanen yaitu transmigrasi, urbanisasi, emigrasi, imigrasi, dan sebagainya.
b. migrasi non permanen (sirkuler)
migrasi silkuler atau non permanen yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan tidak menetap. Waktunya bisa sehari, artinya pagi pergi atau berangkat pindah sore pulang. Namun bisa juga migrasi silkuler ini memakan waktu beberapa hari, minggu atau bulan.
berdasarkan ruang lingkup gerakan atau perpindahanya migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Migrasi Internasional
adalah perpindahan penduduk yang dilakukan dengan melintasi batas wilayah negara atau antarnegara dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
migrasi internasional berdasarkan arah gerakan atau perpindahanya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1) Imigrasi, yaitu perpindahan penduduk di luar negeri masuk ke dalam wilayah suatu wilayah negara tertentu untuk menetap.
2) Emigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke luar atau ke negara lain dengan tujuan menetap.
3) Repatriasi (remigrasi), yaitu perpindahan penduduk dari negari lain kembali ke negara asalnya.
b. Migrasi Nasional
yaitu gerakan atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi wilayah provinsi atau kabupaten dalam satu wilayah negara.
beberapa contoh jenis migrasi nasional antara lain :
1) Transmigrasi
pengertian transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kurang padat dalam satu wilayah negara
2) Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari daerah pedesaan atau daerah tepian kota ke daerah perkotaan untuk tujuan tertentu.
B. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
C. KEBUDAYAAN BARAT
Inilah penyebab yang mungkin membuat Barat membuat sebuah mekanisme pelumpuhan kemampuan mendominasi atau menyerang kepada unsur kebudayaan lain. Lewat pencitraan bahwa di balik segala sesuatu ada kekuasaan, relativitas kebenaran, teologi global, pluralisme agama, anarkis metodologis, Hak Asasi Manusia, dan masih banyak lainnya.Dan usaha tersebut sudah menampakkan pengaruhnya dalam kehidupan seluruh manusia yang terjangkau oleh globalisasi.
Referensi :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-mkdu_isd.htm
MACAM-MACAM MIGRASI
berdasarkan niat atau tujuan pelakunya untuk menetap atau tidak, migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. migrasi permanen
maksudnya yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di daerah yang dituju. contoh migrasi permanen yaitu transmigrasi, urbanisasi, emigrasi, imigrasi, dan sebagainya.
b. migrasi non permanen (sirkuler)
migrasi silkuler atau non permanen yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan tidak menetap. Waktunya bisa sehari, artinya pagi pergi atau berangkat pindah sore pulang. Namun bisa juga migrasi silkuler ini memakan waktu beberapa hari, minggu atau bulan.
berdasarkan ruang lingkup gerakan atau perpindahanya migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Migrasi Internasional
adalah perpindahan penduduk yang dilakukan dengan melintasi batas wilayah negara atau antarnegara dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
migrasi internasional berdasarkan arah gerakan atau perpindahanya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1) Imigrasi, yaitu perpindahan penduduk di luar negeri masuk ke dalam wilayah suatu wilayah negara tertentu untuk menetap.
2) Emigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke luar atau ke negara lain dengan tujuan menetap.
3) Repatriasi (remigrasi), yaitu perpindahan penduduk dari negari lain kembali ke negara asalnya.
b. Migrasi Nasional
yaitu gerakan atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi wilayah provinsi atau kabupaten dalam satu wilayah negara.
beberapa contoh jenis migrasi nasional antara lain :
1) Transmigrasi
pengertian transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kurang padat dalam satu wilayah negara
2) Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari daerah pedesaan atau daerah tepian kota ke daerah perkotaan untuk tujuan tertentu.
B. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
1. MENJELASKAN PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI
INDONESIA
Bedasarkan pendapat-pendapat
para ahli prehistoric, bahwa zaman batu terbagi dalam :
A.
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu
tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak
genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia
Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita
temukan di daerah Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian para ahli prehistori,
bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak
batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke
arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu
menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores,
dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Kapak-kapak tersebut diasah
sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan.Sebagai
tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut tersebar pula Bahasa
Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar
Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena perkembangannya muncul bahasa
melayu yang nantinya di negara Indonesia berkembang menjadi bahasa Indonesia
B.
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Ciri – ciri zaman batu muda :
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3.Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3.Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Manusia pada zaman batu muda
telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji
besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah
mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta
membuat alat-alat lain yang mereka perlukan
Bangsa-bangsa Proto-austronesia
yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan
Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa
senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan
perunggu
Hal yang patut dicatat tentang
permulaan zaman logam ini adalah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia sebelum
memasuki zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya dan
penting bagi perkembangan kebudayaan Indonesia selanjutnya
C. KEBUDAYAAN BARAT
- MENJELASKAN KEBUDAYAAN BARAT
kebudayaan Barat, yang sedang naik-daun dan berkelindan
dengan problematika kehidupan manusia. Kebudayaan Barat adalah sebuah
kebudayaan yang dipromosikan lewat globalisasi. Sebuah kebudayaan yang ternyata
bersifat kontradiktif antara unsur kebudayaan yang satu dengan yang lainnya
Kondisi ini dapat dilihat dari peperangan yang terjadi
antara keyakinan dengan sains, keyakinan dengan filsafat, keyakinan dengan
seni, keyakinan dengan ekonomi, politik dengan moralitas, moralitas dengan
ekonomi, dan lain-lain.
Dapat dilihat, bahwa merupakan suatu hal yang
umum diketahui bahwa kondisi tersebut wajar terjadi. Dan
bahkan kerap digeneralisir kepada seluruh kebudayaan yang ada di seluruh
pelosok bumi.Sehingga muncul anggapan yang naif akibat pencitraan dan kegelapan
mata, bahwa sangat sulit untuk menyatukan atau menghentikan peperangan
tersebut.
Inilah penyebab yang mungkin membuat Barat membuat sebuah mekanisme pelumpuhan kemampuan mendominasi atau menyerang kepada unsur kebudayaan lain. Lewat pencitraan bahwa di balik segala sesuatu ada kekuasaan, relativitas kebenaran, teologi global, pluralisme agama, anarkis metodologis, Hak Asasi Manusia, dan masih banyak lainnya.Dan usaha tersebut sudah menampakkan pengaruhnya dalam kehidupan seluruh manusia yang terjangkau oleh globalisasi.
Hal lain yang terjadi adalah munculnya sebuah kondisi
inferior tentang dua hal dalam kebudayaan yaitu, keyakinan dan moralitas.
Referensi :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-mkdu_isd.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar